I have to be a LEADER

Leave a comment

01/08/2012 by keluarga Oktafianus

hmm, sounds you’re so very selfish Ryu…
didnt give any chance for anybody else
“it’s okay lah… my friends didnt want to be imam,you know….”
Well Well Well… he is RYU
Dari awal aku dan Daddy kurang begitu sepaham
dengan perlakuan spesial yang diberikan pengajar-nya
karena Ryu ‘seems to be different than any other on there‘ agak berbeda
dari semula aku bilang sama pengajar
“walau Ryu tidak fasih berbahasa indonesia, tidak apa miss…
jangan jadi dikelas semua dibuat ke-inggris2-an karena ada Ryu,
kami gak enak sama org tua murid lainnya”

Aku ingat sekali awal daddy terlibat dalam pengurusan Vega Ryu yang notabene anak tiri-nya
Ryu tergolong keras kepala, kecendrungan anak bungsu yang semua serba “harus dituruti”
pribadi sensitif putra ku kelahiran 12 Juni 2007 ini menarik
aku sebagai mommy-nya sedari awal menyikapi karakter Ryu yang brutal lebih kepada “kekuatan nama yang tersemat”
TAKUMI RYU BRAVEIAN : ketertarikan ku pada semua berbau jepang memberi kontribusi pada dua nama anakku tersebut, terlebih Ryu, karena sebagai “baby boy (*he’s still 5ys old) dia sudah lebih “berani” dari anak seusianya
kekurangan yang praktis fatal buatku adalah, terlalu bebas-nya Ryu berekspresi, unlimited
sampai kakinya pernah dengan sengaja diinjakkan ke pecahan gelas dan akhirnya dia meraung kencang, kami yang harus mengantarnya ke UGD seperti mau pingsan, sampai di ICU Siloam Hospital, setelah di tangani dokter selang beberapa menit saat aku bayar di kasir, Ryu sudah berlari, waks??? bahkan dokter yang tadi menangani dia pun meneriaki namanya untuk berhenti, karena luka sayat-an pecahan gelas masih basah… Ryu tidak sedikit pun menggubris teriakin dokter tsb, dimana aku? aku hanya mengurut dada | Pernah kali waktu dia terjerembang sampai bibir-nya robek dan harus mengalami jahitan sampai 3 jahitan, tepat didepan garasi entah bermain skateboard atau sepeda yang pasti bibirnya sudah robek disaat dia menghampiri ku seraya berkata “…. do you know what blood is this?”
sama seperti cerita sebelumnya, ke Siloam Hospital dijahit dan seperti tidak ada apa-apa lagi, Ryu… dimana rasa sakit itu? aku sempat takut, “apa Ryu too hyper, sehingga dia tidak bisa merasakan sakit???”

Alhamdulillah setiap milestone dilewati daddy dan ryu dengan baik, adaptasi si bungsu yang cenderung “liar” ini dengan daddy-nya, membuat satu bonding klimaks yang aku pribadi mengamini-nya dengan haru

Kembali ke perangai “tidak mau kalah” dan selalu mau jadi “pioneer” nya ini yang menarik disimaki, attitude Ryu ini jadi bahan diskusi harian ku dg daddy bahkan si bungsu ini selalu jadi trending saat “briefing rutin kami” (*setiap harinya aku dan daddy mengadakan briefing kecil dimana aku – daddy – vega – ryu mengulas beberapa kejadian yg perlu disikapi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Jalan HIJRAH Menuju Kaffah

Jazakumullah Khoir

  • 71,033 hits
Irmalida

Stairway to Jannah

ShinnichiVegaKimirossi

My Life - My Hobby - My Ambition

Teddy Oktafianus

Menjemput Hidayah Menuju Hijrah Kaffah

KELUARGA OKTAFIANUS

Bersama Hijrah Menjemput Hidayah

%d bloggers like this: