They’ve GOT their “ownstyle”

Leave a comment

10/08/2012 by keluarga Oktafianus

Pengaruh “apa yang dilihat”, “apa yang dibaca”, “apa yang diminati” dan “apa yang ditonton” menjadi suatu -HARUS- dimana seorang Shinnichi Vega membentuk karakter-nya sendiri, lepas dari bayang-bayang apa yang digemarinya, secara menyeluruh dia membentuk “gayanya sendiri”.

Kegemarannya menonton film bernafas japan style mengiringi perkembangan pola pikir dan gaya-nya, bermula dari final fantasy dan beberapa film berantainya Death Note, Gantz, Crow Zero dan beberapa serapan budaya dari negeri sakura tsb. Seorang Shinnichi Vega praktis menjadi pemerhati fashion, ke’sukaan’nya itu berimbas pada cara dia memandang orang tua dan sekelilingnya berbusana dan berujung pada kebiasaannya dia “memilih sendiri baju/celana yg dimau” dan “mengomentari cara org berpakaian” … whatta kid’s world!

Pribadi Shinnichivega telak ditiru habis oleh adiknya yang baru berumur 5tahun ini, takumi ryu cenderung ekstrim menyikapi fashion … tak beda dengan vega … dua bocah mau gede ini benar-benar ingin menjadi “mereka” yang “mereka pikir keren”
Baru-baru ini aku + Daddy dibuat kelabakan mencari jacket atau jas hitam ala ala Sanji (*one piece) untuk vega
belum lagi jumat lalu, aku dan daddy harus bernegosiasi penuh dengan ryu lantaran dia sudah sreg banget dengan jacket baseball yang gak mau lepas dari badannya, walaupun masih nempel tuh indicator tag (*untungnya gak sempet diberentiin satpam :p)
harga yang mahal dan ada warna putih-nya yang mengurungkan kami membeli-nya, sayang banget, ryu itu ‘kewat-urakan-belepotan’ gak cocok pake baju yang ada warna putih-putihnya, kalo perlu item semua biar mommy gampang cucinya 🙂

Menyikapi dua buah hati kita ini, aku dan daddy sepakat memberi mereka kebebasan berbusana, seperti disekolah, vega terbiasa menggunakan kacamata hitamnya selepas keluar kelas dan juga kegemarannya menggunakan dasi, entah itu sesuai dengan bajunya kah atau tabrak-tabrakan kah, selama itu menjadi cara mereka mengekspresikan dirinya, sah – sah saja… daddy memutuskan untuk membiasakan mereka menggunakan celana panjang, aktifitas daddy yang harus mobile di lapangan mencari uang dan bersama anak-anak lah yang membuatnya berpikir praktis-nya vega ryu dengan celana panjang either jeans atau cargo, efisiensi waktu mengenakan, melipat sarung disetiap waktu solat yang cukup menyita waktu daddy yang selalu harus rush hour di jalanan. kebiasaan menggunakan celana panjang ini disikapi vega + ryu secara positif, mereka merasa “seperti daddy” atau “seperti pawpaw” bila menggunakan celana panjang… dan buat mereka, bergaya seperti “laki-laki dewasa itu waycool”.

Biar saja vega dan ryu menjadi ‘sosok’ yang diingini mereka sendiri, bukan diingini orang tua saja, karena mereka punya ‘hak’ menentukan ‘gaya-nya’ mereka sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Jalan HIJRAH Menuju Kaffah

Jazakumullah Khoir

  • 71,279 hits
Irmalida

Stairway to Jannah

ShinnichiVegaKimirossi

My Life - My Hobby - My Ambition

Teddy Oktafianus

Menjemput Hidayah Menuju Hijrah Kaffah

KELUARGA OKTAFIANUS

Bersama Hijrah Menjemput Hidayah

%d bloggers like this: