HOW LONG CAN YOU MARCH ???

Leave a comment

26/11/2012 by keluarga Oktafianus

GPMB 2012 (Grand Prix Marching Band) makin dekat, saya dan sekian pelatih yang unitnya turun di GPMB pasti adalah orang-orang yang paling berdegup hatinya menuju Desember, Sudah siapkan section yg anda latih? bagaimana dengan unit anda?

Use your strengths to your advantage. By taking time to make a serious assessment of your strengths and weaknesses and recognizing your morals, values and beliefs you are better able to adapt your own style to the unit being coached. ~ Brian Mac

Quote diatas mungkin bisa merefleksi seberapa pentingnya “coachin’ style”, “personal character of coach” dan selebihnya “seberapa beruntungnya si coach”.

Saya adalah hanya seorang player yang akhirnya menjadi pelatih karena saya cukup PD kala itu bisa membawa pulang medali di 2 kali GPMB sebagai solo percussion terajib (sepertinya jurinya kala itu mungkin ngantuk, seharusnya mungkin bukan saya, karena masih banyak player yang lebih ajib di-era jaman saya mencemplungkan diri dan mengabdi sepenuhnya di Crescendo Corp) berbekal gejolak anak muda dan 2 kali memenangkan solo percussion membuat saya sangat mampu bisa jadi pelatih, saya sangat mengidolakan figur laki-laki setengah baya yang mengajari saya banyak tentang perkusi, panggil dia Mr Woles yang selalu santai dan berkepribadian tenang, AA Baharudin, guru yang akhirnya sekarang menjadi partner pelatih di unit yang kami latih.

Perjalanan yang dibilang gak terlalu spektakuler ini buat saya adalah “milestones” … karena saya sempat break menjadi pelatih setelah didesak keadaan saya harus jadi “karyawan kantoran” … tidak banyak wanita yang minat menghabiskan sisa hidupnya dengan seorang “pelatih marching band/ drum band” …  Diperusahaan tempat saya bekerja kala itu saya banyak belajar mengenal regulasi standar kantoran yang tepatnya saya senang menyebutnya sebagai “birokrasi majemuk”, dimana semua keputusan berpusat … kerangka kerja sebagai landasan bisa ditubruk habis oleh siperancang kerangka tersebut, oh no, shall we dance to the hell ??? Secara psikologis saya tidak bahagia, secara material saya tidak percaya diri dan secara waktu saya mulai menjadi boneka kapitalis, pagi2 sudah dikantor, malam baru pulang… INIKAH NYAMAN YANG SAYA CARI?

Sampai akhirnya Allah buka saya jalan, saya keluar dari “rasa bodoh yang berkepanjangan” saya kejar apa yang buat saya PASSION… passion saya adalah melatih Marching Band/ Drum Band, saya yakin saya bisa memulai lagi, menata hidup baru dengan pasangan baru dan pekerjaan yang baru … dedicated to the Marching Band adalah yang saya pilih sekarang sampai mati!

WELCOME TO THE SANITARIUM
Seperti inilah rasanya 🙂
Dunia pelatihan sekarang tidak seromantis yang saya rasakan dulu, seperti bloon saya meraba lagi setiap bagian2 sensitifnya, banyak Pelatih dimana2 dari yang HEBAT sampai yang KARBIT dan dunia Pelatihan ini sangat berkembang. Vakum-nya saya hampir setahunan lebih membuat saya “agak tumpul”, maklum semenjak ngantor cuma 3 unit yang saya latih yang tersisa …saya plot semua di hari sabtu kala itu, 3 unit tersebut yang akhirnya jadi “samsak”, karena saya harus “belajar lagi”… saya telah memutuskan menaruh kepala saya di dunia MB/DB disaat itu juga saya harus siap “ngejengkang”. Dunia MB/DB sekarang bukan jadi “side job” lagi… tapi benar-benar jadi TUDUNG PERIUK, ada nafas Istri dan Anak2 saya digadai disetiap langkah saya.

Setiap yang baik InshaAllah berbuah baik, ALLAH seperti telah menunjukkan pada saya, dimudahkannya jalan saya, sampai saya harus merapat ke Polewali [lagi] dan akhirnya terpaksa pulang karena ada tawaran di salah satu unit di Rangkas Bitung.
Kesibukan mengajar sana-sini adalah passion saya, Alhamdulillah saya bekerja sesuai passion saya, saking senangnya terhadap dunia penuh gedumbrangan ini, akhirnya semua tawaran dilibas, konsekuensi yang paling mendasar sekali adalah, terbatasnya waktu untuk keluarga baru saya ini… kesempatan tidak datang dua kali, beruntunglah saya, istri saya memberi kebebasan terbang setinggi mungkin 🙂
Milestone diatas mungkin tidak se- grande pelatih se-angkatan saya, dimana jam terbang mereka melebihi pilot Garuda… saya harus banyak belajar dari mereka
Practically, hampir 8 bulan-an saya memproklamirkan diri saya adalah “pelatih MB/DB” bukan lagi “sidejob sy Pelatih MB/DB” … diusia yang belum ada apa-apanya itu saya seperti celeng memulai lagi dari nol, terbiasa dengan sibelius akhirnya sekarang sudah mulai harus bisa (lagi) encore dan finale, mulai belajar (lagi) karakter partner pelatih dan mulai merangkul (lagi) anak didik, memahami mereka (lagi) secara psikologis dan bernegosiasi (alot) (lagi) dengan komite sekolah, dimana kebanyakan dari mereka adalah Ibu2 muda penuh gejolak, duh !

Pelatih Hebat banyak, Pelatih Kondang banyak, Pelatih yang dapat mem-build bukan cuma sekedar motivasi tapi solid team yang akhirnya saya rasakan “tidak banyak”.
Banyak Pelatih Komentator, dimana setiap unit adalah “bahan koreksi dan analisa empuk” yang digadang-gadang untuk dijadikan “materi koreksi”…
yang menarik lagi, look at your own unit 🙂 ternyata gak kalah “kacau-nya” dari unit yang sedang digalihabis 🙂 sedih sekali …
pembelajaran macam apa itu? dimana letak Esprit de corps ?
mungkin karena keseringan nonton SILET atau KISS (Kisah Seputar Selebritis) jadi reflek terhadap ngerumpiin “unit onoan” menjadi satu yang “onoan banget deh”…
Ketidak romantis-an dunia ini justru peluang saya untuk “memantapkan langkah”, anggap saja setiap “gejolak-nya” adalah Roman Picisan, menjadikan komunikasi dua arah sebagai “jembatan”, dalam situasi tidak kondusif yang mudah terjadi, jadikan “sabar” menjadi bumper dan harus siap membalas KILLED BY PREJUDICE dengan KILLING WITH A SMILE 🙂
No HARD Feeling No HURT Feeling…
Pikirkan kemajuan unit anda gak usah rempong mengurusi unit yang bukan unit anda…
sampai jumpa di GPMB !!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Jalan HIJRAH Menuju Kaffah

Jazakumullah Khoir

  • 71,279 hits
Irmalida

Stairway to Jannah

ShinnichiVegaKimirossi

My Life - My Hobby - My Ambition

Teddy Oktafianus

Menjemput Hidayah Menuju Hijrah Kaffah

KELUARGA OKTAFIANUS

Bersama Hijrah Menjemput Hidayah

%d bloggers like this: