Karena Beli Makan diluar sudah sangatlah Mainstream, Mari Masak!

Leave a comment

07/02/2015 by keluarga Oktafianus

KARENA BELI MAKAN DILUAR SUDAH SANGATLAH MAINSTREAM, MARI MASAK!

Berhubung Minggu mau berenang di Sirkus Waterplay Jati Asih, jadwal stock lauksayurmayur nya dimajuin, sementara cucian kotor udah masuk bak tinggal dikucek2, langsung angkut ketiga bodyguards buat nemenin belanja di Agus, Tukang Sayur Mobile yg ngehitz banget diarea cluster, mari berburu… karena beli makan diluar sudah sangatlah mainstream en boros pula…yuk mari kita stock sayurmayurlauk untuk senin to jumat buat masak sarapan, bekal sekolah+kerja, makan malam… hidup Agus!

2biji ayam segar baru dikulitin ukuran sedang cuma 64.000, Jagung Bangkok Manis cemilan Jethro buat di sekolah selama seminggu 18 batang besar2 cuma 30.000,- sajah jadi sama Agus 3 buahnya dihitung 5.000,- doangwangwangwang… murah gila!

Dengan mengeluarkan kocek tidak lebih dari 250.000 kita bisa beli semua sayurmayur berikut lauk (*ayam ikan tempe ikancuwetuna nugget baso emping) juga cemilan sosis satu toples isi 24pcs buat iseng2 anak2 hanya 20.000,-

Pasar basah, pasar kaget dan pasar bergerak adalah solusi menghemat dengan kualitas barang sama plek seperti di hyper market, urban grocery bedanya belok, becek, gerah, enaknya bisa nawar dan dapat bonus daun bawang, tomat atau bumbu dapur 🙂

Mengakali kondisi perekonomian keluatga yg tidak terlalu melimpah dengan mencari source yg bisa provide harga murah kualitas sama 😉

Untuk minyak goreng, margarin masak, bumbu racik instan, gula, tepung, saos sambal, kecap, dkk rajin2lah lihat koran kompas atau katalogpromosi.com setiap jumat, cukup membuat tersenyum karena hanya dengan kurang dari 20.000,- kita bisa beli minyak sayur bukan curah ukuran 2liter, pintar2nya jadi staf R&D : me-research bench marking price di market dan men-develop sisa budget belanja untuk menyusun perjalanan keluarga 😉 – with Irmalida and Teddy

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Jalan HIJRAH Menuju Kaffah

Keluarga Oktafianus

*Ringkasan Adab Berhari Raya Idul Fitri* Sebelum kita –kaum muslimin- merayakan hari raya Idul Fitri tahun 1439 H, ada beberapa adab yang penting untuk diperhatikan. Siapa yang mengamalkannya, semoga ia mendapatkan limpahan pahala dari Allah subhanahu wa ta'ala. Berikut ini di antara adab tersebut yang kami ketengahkan dengan ringkas. Semoga bermanfaat dan diberi kemudahan untuk diamalkan. 1). Menghadirkan niat yang baik. 2). Mandi pagi sebelum menuju lapangan pelaksanaan shalat Ied. 3). Mengenakan wewangian bagi laki-laki. 4). Mengenakan pakaian yang rapi dan baru jika ada, utamanya yang berwarna putih (bagi laki-laki). 5). Menyisir dan merapikan rambut. 6). Mengeluarkan zakat fitrah sebelum menuju lapangan shalat Ied. Ini adalah waktu utama untuk mengeluarkan zakat fitrah. 7). Menyantap beberapa buah kurma sebelum menuju lapangan shalat Ied, utamanya dengan bilangan ganjil. 8). Bersegera menuju lapangan shalat Ied. 9). Menuju lapangan sambil bertakbir dengan mengeraskan suara (bagi laki-laki). Di antara lafal takbir yang shahih yaitu dari sahabat Ibnu Mas’ud radhiyaAllahu anhu yang berbunyi, “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha Ilallahu-Wallahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil-Hamdu (Allah Maha besar, Allah Maha besar, tiada tuhan yang haq kecuali Allah, dan Allah Maha besar, Allah maha besar dan bagi Allah semata segala pujian).” (Sahih riwayat Ibnu Abi Syaibah) 10). Terus memperbanyak bertakbir hingga datangnya imam/khotib. 11). Mengajak para wanita untuk ikut menuju lapangan shalat Ied walaupun ia sedang haid, namun tentu saja mereka tidak boleh mengerjakan shalat Ied. 12). Mengajak anak-anak untuk ikut menuju lapangan shalat Ied. 13). Sunnahnya menuju lapangan shalat Ied dengan berjalan kaki. 14). Berangkat menuju lapangan shalat Ied dan pulang darinya melalui jalan yang berbeda. 15). Hanya mengerjakan shalat Ied dua rakaat. Tidak ada sholat tahiyyat lapangan, qobliyah dan ba’diyah Ied. 16). Saling memberi ucapan selamat dengan kalimat “Taqabballlahu minaa wa minkum (Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua)” atau ucapan baik lainnya. 17). Tidak boros harta di hari raya. 18). Tidak berjabat tangan antara laki-laki dan wanita yang bukan mahramnya.
#repost @alquintjethro . . Me and My Custom Gun Made by Daddy,,,
JANGAN AJARI ANAKMU JADI PENGEMIS DI HARI IED FITRI "Liat tuh pakde datang. Salim sana biar dapat uang" . . "Ayo kita ke rumah teman ayah. Dia orang kaya, kalo kesana pasti dikasih" . . "Mana nih tante buat ponakannya masa belum dikasih. Tante kan kerja thr nya banyak" . . Dan ucapan2 sejenis yang kadang masih terucap dari lisan orang tua yg kurang kajian. . . Sungguh malang nasibmu, nak. Jika yang orang tuamu ajarkan adalah mental orang2 lemah. Mental peminta-minta yang justru sebenarnya dalam Islam sangat dilarang. . . “Barangsiapa meminta-minta padahal dirinya tidak fakir, maka seakan-akan ia memakan bara api" (HR Ahmad 4/165) . . Dalam islam kita diajarkan, sebaik-baik manusia ialah yang bermanfaat pada yang lainnya. Jika kita belum mampu menebar manfaat (berbagi) maka islam juga mengajarkan kita agar memiliki rasa Iffah. Yaitu rasa malu dalam takwa. Termasuk malu dalam meminta. Juga rasa Izzah, harga diri yang tinggi sebagai seorang muslim yang membuatnya tak mau merendahkan diri hanya demi rupiah. . . So, pilihan bagi muslim yang baik adalah berbagi atau tetap menjaga diri dari meminta. Tinggikan derajatmu dengan tidak mengajarkan si kecil meminta pada nenek, kakek, om, tante, paman, uwa, dll, dsb, dst di hari nan suci. Wallahu a'lam Karna mukmin itu ADAB DULU BARU ILMU 🌱
“Seorang hamba, ia membutuhkan majelis dimana ia menyendiri dengan Rabb-nya, ia mengingat satu demi satu dosanya lalu ia memohon ampun pada Rabb-nya.” (Al Imam Masruq -rahimahullah-, Mushannaf Ibnu Abi Syaibah) Saudaraku... Malam-malam inilah moment terbaik untuk berkhalwat (menyendiri) dengan ALLAH ta’ala. Berkhalwatlah... Karena para pencinta selalu ingin menghabiskan sebuah malam hanya bersama Dia yang ia cintai. Selamat datang 10 malam terbaik... Selamat menikmati keberkahan dan keindahannya. وفقنا الله واياكم لما يحبه ويرضاه في هذه الليالي ✏ Muhammad Nuzul Dzikri

Jazakumullah Khoir

  • 77,601 hits
%d bloggers like this: