Listrik Pintar yang Pintar menguras anggaran Rumah Tangga

Leave a comment

15/02/2015 by keluarga Oktafianus

Listrik Pintar yang Pintar menguras anggaran Rumah Tangga

Belum ada seminggu isi refill token listrik, hari ini dikejutkan dengan bunyi nit nit nit yg menandakan listriknya bakal padam dalam itungan sisa KWh yg pastinya dibawah goceng!

Mau ngamuk rasanya setiap me-refill token listrik harus mengurut dada dan menerima kenyataan KWh yg didapat dari nominal rupiah yg kita bayarkan, seperti 100.000 hanya dapat 69.800 KWh dan 50.000,- dapat hanya 30.000 KWh sajah saudara!

Sebulan dengan intensitas penggunaan listrik yg sudah sangat super hemat untuk ukuran keluarga dengan komposisi 2 dewasa, 2 anak dan 1 bayi.
Aircon hanya menyala disaat mau tidur, setiap jam 8 disetiap harinya dan dimatikan disetiap jam 4 untuk 2 aircon disetiap harinya. Menggunakan tanki air, sehingga mesin air tidak menyala setiap harinya, tanpa shower tanpa flusher dan tanpa water heater. Tidak ada aktivitas menyetrika karena setiap cucian yg kelar dicuci, dikeringkan dengan cara air dry dimesin cuci, dijemur dan diangkut ke laundry kiloan dan rutin dilakukan setiap minggu. Pun telah menggunakan lampu penerangan philips yg jelas dengan watt kecil disetiap ruangan dan mematikan lampu kamar mandi bila selesai dipergunakan. Lemari pendingin pun standar, tanpa microwave, mengurangi penggunaan toaster dan tanpa hair dryer. Diruang keluarga hanya menggunakan fan, disaat aktivitas liburan pun kamar hanya menggunakan fan bila tidak dalam kegiatan tidur. Masih kurang berhemat kah????
Kenapa running KWhnya tidak sepintar jargon nya.
Membandingkan dengan rumah orang tua yg pemakaian listriknya lebih wow dengan dua aircon pula dan hanya ada 3 orang dewasa, jauh lebih kecil biayanya, walau harus tetap membayar abodemen, tetap lebih murah pemakaian sebulannya bila dikumulatif dan dibandingkan dengan rumah kami yg menggunakan listrik dengan token. Sementara dirumah org tua TV selalu menyala, disini TV hanya nyala sesekali saja.

Tidak habis pikir dengan mekanisme juga cara berpikirnya PLN dengan digalakkannya program Listrik Pintar ini.

Praktis alokasi anggaran rumah tangga bertambah untuk urusan listrik yg sudah mengalami kenaikan disetiap periodenya, jelas Listrik Pintar ini teramat pintar menguras rupiah.

Hampir semua perumahan baru semua ber-listrik pintar, beruntunglah semua yg rumahnya masih listrik abodemen, karena percayalah, pasti lebih hemat.

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Jalan HIJRAH Menuju Kaffah

Keluarga Oktafianus

*Ringkasan Adab Berhari Raya Idul Fitri* Sebelum kita –kaum muslimin- merayakan hari raya Idul Fitri tahun 1439 H, ada beberapa adab yang penting untuk diperhatikan. Siapa yang mengamalkannya, semoga ia mendapatkan limpahan pahala dari Allah subhanahu wa ta'ala. Berikut ini di antara adab tersebut yang kami ketengahkan dengan ringkas. Semoga bermanfaat dan diberi kemudahan untuk diamalkan. 1). Menghadirkan niat yang baik. 2). Mandi pagi sebelum menuju lapangan pelaksanaan shalat Ied. 3). Mengenakan wewangian bagi laki-laki. 4). Mengenakan pakaian yang rapi dan baru jika ada, utamanya yang berwarna putih (bagi laki-laki). 5). Menyisir dan merapikan rambut. 6). Mengeluarkan zakat fitrah sebelum menuju lapangan shalat Ied. Ini adalah waktu utama untuk mengeluarkan zakat fitrah. 7). Menyantap beberapa buah kurma sebelum menuju lapangan shalat Ied, utamanya dengan bilangan ganjil. 8). Bersegera menuju lapangan shalat Ied. 9). Menuju lapangan sambil bertakbir dengan mengeraskan suara (bagi laki-laki). Di antara lafal takbir yang shahih yaitu dari sahabat Ibnu Mas’ud radhiyaAllahu anhu yang berbunyi, “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha Ilallahu-Wallahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil-Hamdu (Allah Maha besar, Allah Maha besar, tiada tuhan yang haq kecuali Allah, dan Allah Maha besar, Allah maha besar dan bagi Allah semata segala pujian).” (Sahih riwayat Ibnu Abi Syaibah) 10). Terus memperbanyak bertakbir hingga datangnya imam/khotib. 11). Mengajak para wanita untuk ikut menuju lapangan shalat Ied walaupun ia sedang haid, namun tentu saja mereka tidak boleh mengerjakan shalat Ied. 12). Mengajak anak-anak untuk ikut menuju lapangan shalat Ied. 13). Sunnahnya menuju lapangan shalat Ied dengan berjalan kaki. 14). Berangkat menuju lapangan shalat Ied dan pulang darinya melalui jalan yang berbeda. 15). Hanya mengerjakan shalat Ied dua rakaat. Tidak ada sholat tahiyyat lapangan, qobliyah dan ba’diyah Ied. 16). Saling memberi ucapan selamat dengan kalimat “Taqabballlahu minaa wa minkum (Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua)” atau ucapan baik lainnya. 17). Tidak boros harta di hari raya. 18). Tidak berjabat tangan antara laki-laki dan wanita yang bukan mahramnya.
#repost @alquintjethro . . Me and My Custom Gun Made by Daddy,,,
JANGAN AJARI ANAKMU JADI PENGEMIS DI HARI IED FITRI "Liat tuh pakde datang. Salim sana biar dapat uang" . . "Ayo kita ke rumah teman ayah. Dia orang kaya, kalo kesana pasti dikasih" . . "Mana nih tante buat ponakannya masa belum dikasih. Tante kan kerja thr nya banyak" . . Dan ucapan2 sejenis yang kadang masih terucap dari lisan orang tua yg kurang kajian. . . Sungguh malang nasibmu, nak. Jika yang orang tuamu ajarkan adalah mental orang2 lemah. Mental peminta-minta yang justru sebenarnya dalam Islam sangat dilarang. . . “Barangsiapa meminta-minta padahal dirinya tidak fakir, maka seakan-akan ia memakan bara api" (HR Ahmad 4/165) . . Dalam islam kita diajarkan, sebaik-baik manusia ialah yang bermanfaat pada yang lainnya. Jika kita belum mampu menebar manfaat (berbagi) maka islam juga mengajarkan kita agar memiliki rasa Iffah. Yaitu rasa malu dalam takwa. Termasuk malu dalam meminta. Juga rasa Izzah, harga diri yang tinggi sebagai seorang muslim yang membuatnya tak mau merendahkan diri hanya demi rupiah. . . So, pilihan bagi muslim yang baik adalah berbagi atau tetap menjaga diri dari meminta. Tinggikan derajatmu dengan tidak mengajarkan si kecil meminta pada nenek, kakek, om, tante, paman, uwa, dll, dsb, dst di hari nan suci. Wallahu a'lam Karna mukmin itu ADAB DULU BARU ILMU 🌱
“Seorang hamba, ia membutuhkan majelis dimana ia menyendiri dengan Rabb-nya, ia mengingat satu demi satu dosanya lalu ia memohon ampun pada Rabb-nya.” (Al Imam Masruq -rahimahullah-, Mushannaf Ibnu Abi Syaibah) Saudaraku... Malam-malam inilah moment terbaik untuk berkhalwat (menyendiri) dengan ALLAH ta’ala. Berkhalwatlah... Karena para pencinta selalu ingin menghabiskan sebuah malam hanya bersama Dia yang ia cintai. Selamat datang 10 malam terbaik... Selamat menikmati keberkahan dan keindahannya. وفقنا الله واياكم لما يحبه ويرضاه في هذه الليالي ✏ Muhammad Nuzul Dzikri

Jazakumullah Khoir

  • 77,601 hits
%d bloggers like this: