Sri Iskandar Hotel, Kota Kinabalu

Leave a comment

27/02/2015 by keluarga Oktafianus

Banyak hotel dijantung area Kota kinabalu ini, dengan tarif yg so’so lah, untuk Family Room dikisaran RM 60-120 dengan fasilitas Lift, Private Bathroom berikut Sarapan, akan lebih okeh lagi bila kt nge-deals by online, via agoda, lastdeals, atau int’l hotel booking lainnya, selain harganya lebih miring pun insider deals yg memudahkan kita menghemat loving cost selama disini 🙂

Sri Iskandar Hotel adalah hotel yang sangat friendly untuk family dikisaran harga tersebut, yang asiknya, disini terpampang check in jam 14.00, tapi kalau kita datang lebih awal, dan ada room, kita boleh masuk tanpa harus kena charge seperti di Tune Hotel atau hotel lainnya di Malaysia.

Sri Iskandar Hotel adalah prime hotelnya Iskandar Hotel Group yg tersebar tidak jauh dari area ;
1. Iskandar Hotel, di Jl Perpaduan juga, tanpa lift
2. Sri Iskandar Hotel
3. Iskandar Hostel Sinsuran, budget hostel buat backpacer

Selain pelayanan yg superb, Sri Iskandar Hotel pun dekat kemana-mana, ada seven eleven disampingnya, banyak ATM dan dekat sangat dengan Kampung Air Taxi Station

Sri Iskandar Hotel
Lot 16, Jalan Perpaduan,
Kampung Air, 88999
Kota Kinabalu, Malaysia

Enaknya stay disini, bila kita mau ke Jesselton Point tinggal jalan santai, gak jauh dari Centre Point, mau foto2 dengan Atkinson Watch Tower atau solat di mesjid, semua area mudah dicapai dengan hanya berjalan atau nge-bus.

Bagi yg punya baby disarankan sekali bawa stroller, prediksi kami salah terhadap area KKCC, kami pikir sama seperti Johor Bahru atau KL, ternyata Kinabalu macam singapore yg sangat asik confy dilalui dengan hanya berjalan kaki.

Dihotel ini pun kita bisa berhemat, pihak hotel menyediakan pemanas air jadi kita bisa beli kopi atau teh sachetan dari luar, selain free flow mineral water selain memberikan fasilitas early check in TANPA charge tambahan, bila ada room yg available.

Hotel ini rekomen sekali bagi yg mau long stay, buat yg mau langsung dapat view pantai bisa coba Hyatt dekat patung Merlin, ikan besar yg jd icon Kota Kinabalu dengan rate yg fantastis dari bantuan booking online seperti tersebut diatas.

Enjoy Kinabalu!

https://theoktafianus.wordpress.com/ – with Irmalida and Teddy at Hotel Sri Iskandar

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Jalan HIJRAH Menuju Kaffah

Keluarga Oktafianus

*Ringkasan Adab Berhari Raya Idul Fitri* Sebelum kita –kaum muslimin- merayakan hari raya Idul Fitri tahun 1439 H, ada beberapa adab yang penting untuk diperhatikan. Siapa yang mengamalkannya, semoga ia mendapatkan limpahan pahala dari Allah subhanahu wa ta'ala. Berikut ini di antara adab tersebut yang kami ketengahkan dengan ringkas. Semoga bermanfaat dan diberi kemudahan untuk diamalkan. 1). Menghadirkan niat yang baik. 2). Mandi pagi sebelum menuju lapangan pelaksanaan shalat Ied. 3). Mengenakan wewangian bagi laki-laki. 4). Mengenakan pakaian yang rapi dan baru jika ada, utamanya yang berwarna putih (bagi laki-laki). 5). Menyisir dan merapikan rambut. 6). Mengeluarkan zakat fitrah sebelum menuju lapangan shalat Ied. Ini adalah waktu utama untuk mengeluarkan zakat fitrah. 7). Menyantap beberapa buah kurma sebelum menuju lapangan shalat Ied, utamanya dengan bilangan ganjil. 8). Bersegera menuju lapangan shalat Ied. 9). Menuju lapangan sambil bertakbir dengan mengeraskan suara (bagi laki-laki). Di antara lafal takbir yang shahih yaitu dari sahabat Ibnu Mas’ud radhiyaAllahu anhu yang berbunyi, “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha Ilallahu-Wallahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil-Hamdu (Allah Maha besar, Allah Maha besar, tiada tuhan yang haq kecuali Allah, dan Allah Maha besar, Allah maha besar dan bagi Allah semata segala pujian).” (Sahih riwayat Ibnu Abi Syaibah) 10). Terus memperbanyak bertakbir hingga datangnya imam/khotib. 11). Mengajak para wanita untuk ikut menuju lapangan shalat Ied walaupun ia sedang haid, namun tentu saja mereka tidak boleh mengerjakan shalat Ied. 12). Mengajak anak-anak untuk ikut menuju lapangan shalat Ied. 13). Sunnahnya menuju lapangan shalat Ied dengan berjalan kaki. 14). Berangkat menuju lapangan shalat Ied dan pulang darinya melalui jalan yang berbeda. 15). Hanya mengerjakan shalat Ied dua rakaat. Tidak ada sholat tahiyyat lapangan, qobliyah dan ba’diyah Ied. 16). Saling memberi ucapan selamat dengan kalimat “Taqabballlahu minaa wa minkum (Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua)” atau ucapan baik lainnya. 17). Tidak boros harta di hari raya. 18). Tidak berjabat tangan antara laki-laki dan wanita yang bukan mahramnya.
#repost @alquintjethro . . Me and My Custom Gun Made by Daddy,,,
JANGAN AJARI ANAKMU JADI PENGEMIS DI HARI IED FITRI "Liat tuh pakde datang. Salim sana biar dapat uang" . . "Ayo kita ke rumah teman ayah. Dia orang kaya, kalo kesana pasti dikasih" . . "Mana nih tante buat ponakannya masa belum dikasih. Tante kan kerja thr nya banyak" . . Dan ucapan2 sejenis yang kadang masih terucap dari lisan orang tua yg kurang kajian. . . Sungguh malang nasibmu, nak. Jika yang orang tuamu ajarkan adalah mental orang2 lemah. Mental peminta-minta yang justru sebenarnya dalam Islam sangat dilarang. . . “Barangsiapa meminta-minta padahal dirinya tidak fakir, maka seakan-akan ia memakan bara api" (HR Ahmad 4/165) . . Dalam islam kita diajarkan, sebaik-baik manusia ialah yang bermanfaat pada yang lainnya. Jika kita belum mampu menebar manfaat (berbagi) maka islam juga mengajarkan kita agar memiliki rasa Iffah. Yaitu rasa malu dalam takwa. Termasuk malu dalam meminta. Juga rasa Izzah, harga diri yang tinggi sebagai seorang muslim yang membuatnya tak mau merendahkan diri hanya demi rupiah. . . So, pilihan bagi muslim yang baik adalah berbagi atau tetap menjaga diri dari meminta. Tinggikan derajatmu dengan tidak mengajarkan si kecil meminta pada nenek, kakek, om, tante, paman, uwa, dll, dsb, dst di hari nan suci. Wallahu a'lam Karna mukmin itu ADAB DULU BARU ILMU 🌱
“Seorang hamba, ia membutuhkan majelis dimana ia menyendiri dengan Rabb-nya, ia mengingat satu demi satu dosanya lalu ia memohon ampun pada Rabb-nya.” (Al Imam Masruq -rahimahullah-, Mushannaf Ibnu Abi Syaibah) Saudaraku... Malam-malam inilah moment terbaik untuk berkhalwat (menyendiri) dengan ALLAH ta’ala. Berkhalwatlah... Karena para pencinta selalu ingin menghabiskan sebuah malam hanya bersama Dia yang ia cintai. Selamat datang 10 malam terbaik... Selamat menikmati keberkahan dan keindahannya. وفقنا الله واياكم لما يحبه ويرضاه في هذه الليالي ✏ Muhammad Nuzul Dzikri

Jazakumullah Khoir

  • 77,601 hits
%d bloggers like this: