Kenalkan Anak Pemahaman Seksualitas : Jangan Menunda Sampai Lama

Leave a comment

24/02/2016 by keluarga Oktafianus

Jadi pengen Flashback… Semalam di rumah orang tua, saya dan suami sempat menyimak program acara Indonesia Lawyer Club di TV One yang sedang berlangsung dan membahas tentang artis dangdut yang tersangkut kasus pelecehan terhadap anak, adam hawamasih terngiang di telinga betapa opini dan efek dari aktivitas tersebut membuat kami sebagai orang tua cukup ketar-ketir, ditambah opini dari Pakar Psikolog Forensik yang saya lupa namanya, kalau “KETERTARIKAN TERHADAP LAWAN JENIS ITU TIDAK SEPENUHNYA BERDASAR DARI GENETIK DAN PENYIMPANGAN SEKS ITU KARENA TIDAK ADA PILIHAN, SEIRING PENELITIAN HAL TERSEBUT TERJADI DI DOMINASI OLEH KONDISI ‘SITUASIONAL’ YANG MENJADIKAN MEREKA MENJADI SEPERTI ITU, KETERBIASAAN BERADA DI LINGKUNGAN TERSEBUT DAN MENJADIKAN MEREKA MENGIMITASI AKTIVITAS MENYIMPANG TERSEBUT”, ditambahi oleh opini Pimpinan Redaksi salah satu media dan insan Komisi Penyiaran Indonesia bahwa, ” INILAH HEBATNYA PERAN TV DAN ARUS INFORMASI YANG TIDAK TERBENDUNG, BUTUH MEDIA PINTAR UNTUK MEMINTARKAN DAN MENYELAMATKAN GENERASI PENERUS INDONESIA”, saya dan suami berpandang-pandangan kala itu, kami jadikan topik diskusi di rumah, propaganda PENYIMPANGAN SEKSUAL dan AKTIVITAS KAUM MENYIMPANG ini makin marak ditambah embel-embel legitimasi yang diworo-woro di negara adidaya Amerika yang seperti menjadi “barometer hak makhluk hidup”, pagi ini di kantor saya dengar disiarkan tentang IDENTITAS GENDER di Delta FM, saya pribadi sungguh paranoid dibuatnya, Alhamdulillah kami telah secara dini memperkenalkan ketiga anak kami secara terbuka berkenaan dengan pemahaman seksualitas, bahkan yang saya dan suami pikir, orang tua kami saja di era kami seusia anak-anak kami belum menjelaskan masalah tersebut, tapi kami sudah terapkan, kenapa????

1. Karena era kita berbeda dengan era anak-anak kita, di tahun 2016 ini arus informasi yang sejamannya kemajuan internet dan tekhnologi makin tidak terbendung, bahkan anak kami pun sudah tahu istilah invisible url

2. Kejahatan di luar rumah kian marak, dari soft crime macam bullying sampai yang menjurus ke hard crime macam pemalakan seperti bukan lagi ‘aneh’, sudah biasa terjadi.

Dari Diskusi semalam dengan suami kami tutup dengan conclusion, TIDAK ADA KATA ‘HAK’ UNTUK PENYIMPANGAN, KETERBUKAAN ANTAR KELUARGA WAJIB DITERAPKAN, SEMUA YANG BERMULA ATAS DASAR KEYAKINAN TERHADAP ALLAH SWT PASTI AKAN JADI LANDASAN PALING BENAR, KARENA TAUHID ITU TIDAK BISA DILIHAT, DIRABA DAN DIREVIEW SECARA LOGIKA.

Masih jadi PR besar kami sebagai orang tua, pengaruh informasi yang salah membutakan jalan anak-anak kami kedepannya, ini baru satu dari beberapa issue yang muncul, belum lagi beberapa lainnya ; Salah memilih Pasangan, Keliru memilih Jalan Hidup, dan serentet issue menarik lainnya perlu kami counter sedini mungkin, kami PERNAH GAGAL, kami tidak mau anak-anak kami mengulang kegagalan yang sama, KETERBUKAAN DAN LANDASAN AGAMA YANG KUAT ADALAH KUNCI !!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Jalan HIJRAH Menuju Kaffah

Keluarga Oktafianus

*Ringkasan Adab Berhari Raya Idul Fitri* Sebelum kita –kaum muslimin- merayakan hari raya Idul Fitri tahun 1439 H, ada beberapa adab yang penting untuk diperhatikan. Siapa yang mengamalkannya, semoga ia mendapatkan limpahan pahala dari Allah subhanahu wa ta'ala. Berikut ini di antara adab tersebut yang kami ketengahkan dengan ringkas. Semoga bermanfaat dan diberi kemudahan untuk diamalkan. 1). Menghadirkan niat yang baik. 2). Mandi pagi sebelum menuju lapangan pelaksanaan shalat Ied. 3). Mengenakan wewangian bagi laki-laki. 4). Mengenakan pakaian yang rapi dan baru jika ada, utamanya yang berwarna putih (bagi laki-laki). 5). Menyisir dan merapikan rambut. 6). Mengeluarkan zakat fitrah sebelum menuju lapangan shalat Ied. Ini adalah waktu utama untuk mengeluarkan zakat fitrah. 7). Menyantap beberapa buah kurma sebelum menuju lapangan shalat Ied, utamanya dengan bilangan ganjil. 8). Bersegera menuju lapangan shalat Ied. 9). Menuju lapangan sambil bertakbir dengan mengeraskan suara (bagi laki-laki). Di antara lafal takbir yang shahih yaitu dari sahabat Ibnu Mas’ud radhiyaAllahu anhu yang berbunyi, “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha Ilallahu-Wallahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil-Hamdu (Allah Maha besar, Allah Maha besar, tiada tuhan yang haq kecuali Allah, dan Allah Maha besar, Allah maha besar dan bagi Allah semata segala pujian).” (Sahih riwayat Ibnu Abi Syaibah) 10). Terus memperbanyak bertakbir hingga datangnya imam/khotib. 11). Mengajak para wanita untuk ikut menuju lapangan shalat Ied walaupun ia sedang haid, namun tentu saja mereka tidak boleh mengerjakan shalat Ied. 12). Mengajak anak-anak untuk ikut menuju lapangan shalat Ied. 13). Sunnahnya menuju lapangan shalat Ied dengan berjalan kaki. 14). Berangkat menuju lapangan shalat Ied dan pulang darinya melalui jalan yang berbeda. 15). Hanya mengerjakan shalat Ied dua rakaat. Tidak ada sholat tahiyyat lapangan, qobliyah dan ba’diyah Ied. 16). Saling memberi ucapan selamat dengan kalimat “Taqabballlahu minaa wa minkum (Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua)” atau ucapan baik lainnya. 17). Tidak boros harta di hari raya. 18). Tidak berjabat tangan antara laki-laki dan wanita yang bukan mahramnya.
#repost @alquintjethro . . Me and My Custom Gun Made by Daddy,,,
JANGAN AJARI ANAKMU JADI PENGEMIS DI HARI IED FITRI "Liat tuh pakde datang. Salim sana biar dapat uang" . . "Ayo kita ke rumah teman ayah. Dia orang kaya, kalo kesana pasti dikasih" . . "Mana nih tante buat ponakannya masa belum dikasih. Tante kan kerja thr nya banyak" . . Dan ucapan2 sejenis yang kadang masih terucap dari lisan orang tua yg kurang kajian. . . Sungguh malang nasibmu, nak. Jika yang orang tuamu ajarkan adalah mental orang2 lemah. Mental peminta-minta yang justru sebenarnya dalam Islam sangat dilarang. . . “Barangsiapa meminta-minta padahal dirinya tidak fakir, maka seakan-akan ia memakan bara api" (HR Ahmad 4/165) . . Dalam islam kita diajarkan, sebaik-baik manusia ialah yang bermanfaat pada yang lainnya. Jika kita belum mampu menebar manfaat (berbagi) maka islam juga mengajarkan kita agar memiliki rasa Iffah. Yaitu rasa malu dalam takwa. Termasuk malu dalam meminta. Juga rasa Izzah, harga diri yang tinggi sebagai seorang muslim yang membuatnya tak mau merendahkan diri hanya demi rupiah. . . So, pilihan bagi muslim yang baik adalah berbagi atau tetap menjaga diri dari meminta. Tinggikan derajatmu dengan tidak mengajarkan si kecil meminta pada nenek, kakek, om, tante, paman, uwa, dll, dsb, dst di hari nan suci. Wallahu a'lam Karna mukmin itu ADAB DULU BARU ILMU 🌱
“Seorang hamba, ia membutuhkan majelis dimana ia menyendiri dengan Rabb-nya, ia mengingat satu demi satu dosanya lalu ia memohon ampun pada Rabb-nya.” (Al Imam Masruq -rahimahullah-, Mushannaf Ibnu Abi Syaibah) Saudaraku... Malam-malam inilah moment terbaik untuk berkhalwat (menyendiri) dengan ALLAH ta’ala. Berkhalwatlah... Karena para pencinta selalu ingin menghabiskan sebuah malam hanya bersama Dia yang ia cintai. Selamat datang 10 malam terbaik... Selamat menikmati keberkahan dan keindahannya. وفقنا الله واياكم لما يحبه ويرضاه في هذه الليالي ✏ Muhammad Nuzul Dzikri

Jazakumullah Khoir

  • 77,601 hits
%d bloggers like this: