Lebih Baik Merugi, Karena Hidayah Tidak Datang Tiap Kali

1

21/07/2016 by keluarga Oktafianus

Siapa pernah menyangka hidayah dari Allah datang menggugah saya dan suami, sayangnya datang terlambat disaat kami sudah menyelesaikan semua pembayaran dan perlengkapan selama tahun ajaran baru di sekolah Anak- anak yang sekarang, nasi memang sudah jadi bubur, tapi hidayah tidak datang setiap kali, hari ini kami selesaikan semua urusan perpindahan Vega dan Ryu dari GRACIA School dan Jethro dari GRACIA Preschool ke Yayasan Pendidikan Islam AL-LAYYINAH Alhamdulillah semua Penguallayinahrusan mudah, walau jadi menimbulkan budget tambahan karena harus menyelesaikan biaya administrasi di sekolah baru tersebut berupa uang gedung, sarana-prasarana, seragam, buku, alat-tulis dll tapi di perpindahan kali ini saya dan suami merasa puas dan lega, kami sadar bahwa Tanggung jawab pendidikan anak ini harus ditangani langsung oleh kedua orang tua. Para pendidik yang mendidik anak di sekolah–sekolah, hanyalah partner bagi orang tua dalam proses pendidikan anak. Orang tua yang berusaha keras mendidik anaknya dalam lingkungan ketaatan kepada Allah, maka pendidikan yang diberikannya tersebut merupakan pemberian yang berharga bagi sang anak, meski terkadang hal itu jarang disadari.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Al-Hakim, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,ما نحل والد ولده أفضل من أدب حسن

“Tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya selain pendidikan yang baik.”
(HR. Al Hakim: 7679)

Mengutip dari artikel di muslim.or.id Mengenai tanggung jawab pendidikan anak terdapat perkataan yang berharga dari imam Abu al-Hamid al-Ghazali rahimahullah. Beliau berkata,

“perlu diketahui bahwa metode untuk melatih/mendidik anak-anak termasuk urusan yang paling penting dan harus mendapat prioritas yang lebih dari urusan yang lainnya. Anak merupakan amanat di tangan kedua orang tuanya dan qalbunya yang masih bersih merupakan permata yang sangat berharga dan murni yang belum dibentuk dan diukir. Dia menerima apa pun yang diukirkan padanya dan menyerap apa pun yang ditanamkan padanya. Jika dia dibiasakan dan dididik untuk melakukan kebaikan, niscaya dia akan tumbuh menjadi baik dan menjadi orang yang bahagia di dunia dan akhirat. Dan setiap orang yang mendidiknya, baik itu orang tua maupun para pendidiknya yang lain akan turut memperoleh pahala sebagaimana sang anak memperoleh pahala atas amalan kebaikan yang dilakukannya. Sebaliknya, jika dibiasakan dengan keburukan serta ditelantarkan seperti hewan ternak, niscaya dia akan menjadi orang yang celaka dan binasa serta dosa yang diperbuatnya turut ditanggung oleh orang-orang yang berkewajiban mendidiknya”
(Ihya Ulum al-Din 3/72)

Senada dengan ucapan al-Ghazali di atas adalah perkataan al-Imam Ibnu al-Qayyim rahimahullah,

“Siapa saja yang mengabaikan pendidikan anaknya dalam hal-hal yang berguna baginya, lalu dia membiarkan begitu saja, berarti dia telah berbuat kesalahan yang fatal. Mayoritas penyebab kerusakan anak adalah akibat orang tua mengabaikan mereka, serta tidak mengajarkan berbagai kewajiban dan ajaran agama. Orang tua yang menelantarkan anak-anaknya ketika mereka kecil telah membuat mereka tidak berfaedah bagi diri sendiri dan bagi orang tua ketika mereka telah dewasa. Ada orang tua yang mencela anaknya yang durjana, lalu anaknya berkata, “Ayah, engkau durjana kepadaku ketika kecil, maka aku pun durjana kepadamu setelah aku besar. Engkau menelantarkanku ketika kecil, maka aku pun menelantarkanmu ketika engkau tua renta.”
(Tuhfah al-Maudud hal. 125)

Seperti yang pernah saya ulas di artikel sebelumnya mengenai sekolah Vega-Ryu-Jethro sebelumnya, bahwa sebenarnya kami sangat mempercayakan sekali tenaga pendidik disana, mengingat sudah sedari tahun 2006 kami sudah sangat kepincut turun temurun dengan kurikulum dan metode para pendidik menemani ketiga anak kami melewati masa-masa bermain dan belajar mereka disana, besok 22 Juli 2016 adalah hari terakhir anak-anak kami berada disana, sedih ..iya, hiks apalagi kalau ngebayangin buku-buku tahun ajaran baru yang pasti tidak terpakai lagi, karena beda kurikulum dengan sekolah yang baru ini.
Kalau kata suami saya, Lebih baik merugi, karena Hidayah tidak datang setiap kali, InshaaAllah selalu istiqomah, Aamiin YRA.

=====================================================

Artikel yang cukup membuat saya renyuh ini saya kutip dari tulisan Mas Iwan Yulianto


ANAK BISA MENJADI PEMBATAL ORANG TUA MASUK SURGA

Bismillah …

Ada seorang anak, yang dimasa kecilnya begitu lucu, menggemaskan, rajin, pintar, dan cerdas, serta hal-hal baik lainnya melekat ada pada diri anak tersebut. Pendidikan parenting yang diperolehnya di masa kecil begitu baik. Di sekolah prestasinya juga menonjol. … Namun sayangnya, saat ia beranjak remaja kondisi tersebut pelan-pelan berubah, sifat buruknya lebih dominan dari sifat baiknya. Sang anak menjadi pribadi yang berani menentang hukum-hukum Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ia mengusung nilai-nilai liberalisme yang menghendaki kebebasan individu dalam segala bidang, sehingga kehidupannya pun jauh dari nilai-nilai agama. Demikian berlanjut terus ke perjalanan hidupnya di masa tuanya.

Mengapa kondisi akhirnya bisa seperti itu?
Apakah resikonya kelak di akhirat hanya ditanggung sendiri oleh anak?
Mari kita bahas.

Mungkin Anda pernah mendengar cerita tentang orangtua yang sudah divonis masuk surga, tetapi kemudian dibatalkan dalam pengadilan akhirat hingga akhirnya dia masuk neraka bersama anaknya. Itu terjadi karena anaknya menggugat orangtuanya yang tidak pernah memperhatikan agamanya sewaktu di dunia, sementara orangtua sibuk dengan urusan ibadahnya atau dunianya sendiri.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”
[QS At-Tahriim: 6]

Tentang ayat ini dalam kitab tafsir Ath-Thabari, Qatadah berkata: “Perintahkan mereka untuk taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan laranglah mereka dari perbuatan maksiat kepada-Nya. Bantulah mereka untuk mengerjakan perintah Allah. Apabila kamu melihat mereka melakukan kemaksiatan, maka tegurlah!”
Ibnu Jarir berkata: “Kita wajib untuk mengajarkan anak-anak kita tentang agama Islam, kebaikan dan adab!”
Sedangkan Ibnu Umar berkata: “Didiklah anakmu, karena kelak kamu akan ditanya tentang pendidikan dan pengajaran seperti apa yang telah kamu berikan kepada anakmu. Anakmu juga akan ditanya tentang bagaimana dia berbakti dan berlaku taat kepadamu.”

Dari penjelasan para mufassir tersebut, dapat dipahami bahwa ayat ke-6 dari QS At-Tahriim itu merupakan sebuah perintah tegas kepada seorang Muslim untuk menjaga keluarganya dari siksa api neraka, yaitu dengan cara memperhatikan pendidikan agama mereka dan selalu memperhatikan tindak-tanduk mereka. Namanya kewajiban, maka bila perintah tersebut tidak dipatuhi dengan baik oleh seorang Muslim, tentu ada konsekuensi yang akan dia dapatkan di akhirat nanti.

Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya, dan dia akan dimintai pertanggung-jawaban atas apa yang dipimpinnya.”
[HR Bukhari dan Muslim]

Hadits ini juga mengisyaratkan bahwa bila seorang Muslim tidak mendidik anaknya dengan baik, maka kelak dia akan dimintai pertanggung-jawaban atas tugasnya di dunia itu, dan tentunya ada konsekuensi yang akan dia dapatkan.

Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
“Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mengangkat derajat seorang hamba yang shaleh di surga. Kelak ia akan berkata, ’’Wahai Rabbku, bagaimana hal ini bisa terjadi padaku?” Dijawab-Nya, “karena permohonan ampunan anakmu untukmu””
[HR Ibnu Majah dan Ahmad, dan dishahihkan Ibn Katsir]

Bila seorang hamba mendapatkan hasil yang baik (di akhirat) karena dia telah mendidik anaknya dengan baik sehingga menjadi anak shaleh yang berdo’a memohonkan ampunan untuknya (hanya do’a anak shaleh yang diterima, saat pintu amal terputus, saat di alam barzah); maka dapat dipahami secara mafhum mukhalafah (pengertian terbalik), bahwa seorang hamba juga akan mendapatkan hasil yang tidak baik (di akhirat) karena lalai dalam memperhatikan dan mendidik anaknya.

Jadi, hati-hati bahwa anak bisa menjadi pembatal orangtua masuk surga.

Secara umum, Parenting adalah upaya terbaik yang ditempuh oleh orangtua dalam mendidik anak dengan memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia dalam keluarga dan lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Untuk masa anak-anak, pendidikan parenting lebih ditekankan pada proses interaksi berkelanjutan antara orangtua dan anak yang meliputi aktivitas-aktivitas seperti: memberi makan (nourishing), memberi petunjuk (guiding), dan melindungi (protecting) anak-anak ketika mereka tumbuh berkembang.

Sedangkan parenting untuk usia remaja sebaiknya lebih ditekankan pada proses interaksi berkelanjutan yang meliputi aktivitas-aktivitas seperti: membekali dengan ilmu yang bermanfaat (enlightening), memberi petunjuk dan nasehat (coaching + counseling), dan melindungi (protecting) anak-anak dari serbuan perang pemikiran atau perang akidah. Ada sebuah petuah bijak:

“You will be the same person in five years as you are today except for the people you meet and the books you read.”
[Charlie “Tremendous” Jones]

Dengan demikian, orangtua seharusnya tidak lalai memperhatikan kualitas pergaulan anaknya, juga peduli dengan buku-buku bacaan anaknya. Tidak dengan kekuatiran yang berlebihan, namun bersama-sama belajar mengelolanya, agar tidak tumbuh benih-benih kebencian dalam kehidupan sosial yang majemuk.

Sungguh, betapa tidak akan ada artinya ketika anak telah berhasil meraih berbagai prestasi yang membanggakan, namun pondasi dasarnya rapuh. Hal ini bisa menjadi bom waktu bagi anak di usia dewasanya kelak, yang juga berdampak pada orangtuanya.
Lihatlah berbagai kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme yang banyak merugikan negara.
Lihatlah penjara-penjara kriminal banyak diisi oleh para terdidik.
Lihatlah kasus perzinaan, perselingkuhan, dan perilaku seksual menyimpang.
Lihatlah kasus anak tidak dianggap lagi oleh orangtuanya karena akidahnya telah digadaikan (murtad).
Lihatlah episode kehidupan dimana ada anak yang terbelenggu kesibukan duniawi tidak lagi peduli dengan orangtuanya yang telah berusia senja.
Lihatlah kasus mereka yang terperosok mengikuti aliran sesat, yang selain menggerogoti iman juga merongrong finansial serta merusak keutuhan keluarga.
Padahal, semuanya tampak baik-baik saja pada awalnya. Namun nyatanya, “life begin at 40” diisi dengan gundah gulana, tiada kedamaian hati.

Sebelum semuanya terlambat, pandanglah anak-anak kita hari ini…
… sudahkah kita memperlakukan anak kita dengan baik?
… sudahkah kita menginvestasikan waktu yang berkualitas bersama mereka?
… sudahkah kita mengetahui harapan-harapannya?
… impiannya?
… keinginannya?
yang semuanya dibarengi dengan bekal ilmu yang bermanfaat dari orangtuanya?
Mari susun game plan pertanggung-jawaban terhadap titipan yang telah diamanahkan-Nya kepada kita.

Di dunia luar, anak diberikan pendidikan teknis (akademis) untuk masa depannya yang gemilang. Di dalam rumah, diimbangi dengan pendidikan karakter dari orangtuanya, karena itu telah menjadi kewajiban atas perintah-Nya. Anak-anak muslimin yang tidak berkarakter adalah mangsa empuk racun pemikiran.

Wallaahu a’lam bish-showab

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
05.02.2014

Advertisements

One thought on “Lebih Baik Merugi, Karena Hidayah Tidak Datang Tiap Kali

  1. […] untuk memperbaiki kekurangan cara mendidik anak-anak saya dan memupukkan betapa pentingnya PENDIDIKAN AGAMA DIATAS PENDIDIKAN LAINNYA, saya hanya seorang Ibu yang pernah gagal dan berharap bisa memperbaiki kegagalan dan berharap […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Jalan HIJRAH Menuju Kaffah

Keluarga Oktafianus

🥀🍂 *DOSA KUADRAT...* Sebagian ustadz berani berbohong di hadapan para jamaah demi untuk membela perbuatan bid'ah...
Begitu pula sebagian masyarakat medsos... Mari dengarkan sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam tentang bahaya bohong:

آية المنافق ثلاث : اذا حدث كذب واذا وعد أخلف واذا ؤتمن خان “Pertanda orang yang munafiq ada tiga: apabila berbicara bohong, apabila berjanji mengingkari janjinya dan apabila dipercaya berbuat khianat”. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)  إن الصدق يهدى إلى البر, وإن البر يهدى إلى الجنة, وإن الرجل ليصدق حتى يكتب عند الله صديقا, وإن الكذب يهدى إلى الفجور وإن الفجور يهدى إلى النار وان الرجل ليكذب حتى يكتب عند الله كذابا (رواه البخارى و مسلم) “Sesungguhnya kejujuran akan menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan itu akan menghantarkan kepada surga. Seseorang yang berbuat jujur oleh Allah akan dicatat sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya bohong itu akan menunjukkan kepada kelaliman, dan kelaliman itu akan menghantarkan ke arah neraka. Seseorang yang terus menerus berbuat bohong akan ditulis oleh Allah sebagai pembohong.” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)  حديث سمرة المخرج في صحيح البخاري، وفيه: رَأَيْتُ اللَّيْلَةَ رَجُلَيْنِ أتياني، قَالا: الَّذِى رَأَيْتَهُ يُشَقُّ شِدْقُهُ، فَكَذَّابٌ يَكْذِبُ بِالْكَذْبَةِ، تُحْمَلُ عَنْهُ حَتَّى تَبْلُغَ الآفَاقَ، فَيُصْنَعُ بِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. Hadits Samurah dalam shohig Bukhari: "Aku semalam melihat dua orang mendatangiku (dalam mimpi) keduanya berkata: orang yang engkau lihat merobek-robek kedua sisi mulutnya adalah orang yang berbohong dengan satu kebohongan lalu kebohongan itu menyebar ke berbagai penjuru, maka itulah azabnya sampai hari kiamat". ✍ Ustadz DR. Ali Musri Semjan Putra -Hafizhahullah- 📚 *Shared by wag•bbg Al Ilmu | Menebar Cahaya Sunnah* 〰🍂🥀🍂〰 📷 @ummu.ve “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470)

Betapa banyak orang lalai dari amalan yang satu ini ketika malam Jum’at atau hari Jum’at, yaitu membaca surat Al Kahfi. Atau mungkin sebagian orang belum mengetahui amalan ini. Padahal membaca surat Al Kahfi adalah suatu yang dianjurkan (mustahab) di hari Jum’at karena pahala yang begitu besar sebagaimana berita yang dikabarkan oleh orang yang benar dan membawa ajaran yang benar yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hadits-hadits yang membicarakan hal ini kami bawakan sebagian pada posting yang singkat ini. Semoga bermanfaat. 
Hadits pertama:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.” (HR. Ad Darimi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6471) 
Hadits kedua:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470)

Sumber : https://rumaysho.com/202-jangan-lupakan-membaca-surat-al-kahfi-di-hari-jumat.html 《 ALL-IN-ONE APP: 1 APLIKASI BELASAN MANFAAT GA BAKAL RUGI 》

Alhamdulillah! Selesai juga update aplikasi "Mesin Pencari Sunnah" (yang dulu pertama dirilis Februari 2017)
Download Update di Playstore: https://goo.gl/vaPXM4

Major Update kali ini memuat banyak fitur dalam satu aplikasi dengan mengusung konsep All-in-One.

Ada apa aja di versi terbaru dari aplikasi "Mesin Pencari Sunnah" ini?

1. Search Engine
Tentunya tetap ada fitur mesin pencari yang menjadi inti dari apps ini. Dengan tampilan dan performa yang lebih disempurnakan.

2. Info Kajian Sunnah
Update informasi kajian se-Indonesia yang diupdate setiap hari dari fp Kajian Yuk (fb.me/kajianyuk). 3. Kalender Hijriyah
Fitur kalender hijriyah yang telah diperbaharui tampilannya menjadi bentuk kalender bersanding dg tanggalan masehi untuk lebih memudahkan.

4. Ruang Chat
Fitur chatroom yang terhubung realtime antar pengguna apps.

5. Radio Sunnah
Streaming lebih dari 18 saluran radio sunnah se-Indonesia. Mulai dari Rodja Bogor hingga Ray fm Padang.

7. TV Sunnah
Streaming lebih dari 7 channel tv sunnah mulai dari Rodja TV hingga Niaga TV.

8. Audio Kajian
Akses ratusan audio rekaman kajian secara Streaming maupun download offline.

9. Video Kajian
Menghimpun lebih dari 10 channel Youtube yang dapat diakses secara Streaming mulai dari Yufid TV, Ruziqa TV, hingga Aladzivie Channel.

10. Murottal Quran
Streaming murottal 30 juz Al Quran dari 10+ qari yang dapat diunduh secara offline.

11. Baca Artikel
Kumpulan artikel dari lebih dari 10 website bermanhaj salaf, mulai dari Muslim.or.id, Rumaysho.com hingga Almanhaj.or.id.

12. Hadits (English Version)
Akses beragam kitab hadits mulai dari Shahih bukhari, Shahih muslim, dsb.

13. Agenda Harian
Fitur catatan agenda harian dalam mode to do list yang bisa dicentang.

14. Tanya Jawab
Rubrik tanya jawab agama yang dihimpun dari website Konsultasi Syariah.

15. Kirim Pertanyaan
Formulir untuk mengajukan pertanyaan di rubrik tanya jawab.

16. Dzikir Pagi & Petang
Dzikir pagi & petang yang dilengkapi dengan teks latin beserta artinya.

Ada yang ingin menambahkan?

Download Update di Playstore: https://goo.gl/vaPXM4

@KajianYuk #KajianYuk #MesinPencariSunnah #KY_MPS

Jazakumullah Khoir

  • 71,958 hits
%d bloggers like this: