Pengalaman Perdana : Naik Pesawat ke Bali Berniqab/ bercadar

Leave a comment

05/01/2017 by keluarga Oktafianus

Saat memutuskan menyempurnakan jalan hijrah dengan berniqab, saat itu juga saya memang sudah membayangkan akan ada banyak hal yang berubah ; yang datang dari diri saya pun dari orang lain, selintas mudah, toh hanya menyemat selembar kain menutup muka saya saja, kan sehari-harinya juga saya sudah berbusana syar’i, baik di rumah, di kantor atau pun dalam kegiatan sosial, apa yang sulit? 20170103_040204
Ternyata tidak bisa dipungkiri, image yg melekat pada ‘niqab’ kental bernuansa ekstrimis fanatik dan mengarah ke teroris, Astagfirullah. Akhirnya saya mengalami sendiri saat perjalanan dinas saya menuju Bali awal Januari 2017 ini, ya Bali… saat saya kala itu kalau datang berbusana syar’i saja semua orang memandang gimana gitu, makanya pas sebelum berniqab kalau lagi dinas kantor ke Bali saya hindari pakai gamis dan khimar warna hitam, supaya gak tambah ‘gimana gitu’ 🙂
Sulitnya merubah pandangan orang kebanyakan, karena kenyataannya orang yang berbuat kejahatan pasti pas ketangkep ujug-ujug langsung kerudungan, bahkan ada yang sampai mendadak berniqab… miris. Akhirnya terlabel secara plek, bahwa yang berniqab cenderung teroris, ironis.

20170103_044131Ini kali pertama perjalanan saya bermoda transportasi pesawat dengan berniqab, saat saya memutuskan berniqab saya niat dalam diri sendiri, karena saya masih bekerja sama orang lain, masih digaji sama orang lain, yang dimana perusahaan tempat saya bekerja sudah cukup baik memberi keleluasaan saya berbusana syar’i, saya memutuskan menanggalkan Niqab saya saat urusan Kantor :
1.selama berada dikantor,
2. bertemu kolega kantor,
3. sedang acara kantor,
4. pameran yg diikuti kantor
saat ini baru empat poin diatas yang saya kategorikan sebagai ‘urusan kantor’, suami pun setuju, saya berusaha memegang komitmen penuh terhadap itu, InshaaAllah Allah Subhanahu Wa Ta’ala pun ridha.

20170103_045929Tidak mengalami hambatan saat di Gerbang Keberangkatan, saya jalan bersama Team saya yang dua-duanya pria, membawa barang berkoli-koli pun Alhamdulillah tidak ada yang ‘janggal’, perlakuan masih normal, pun saat body checking, saya tidak serta merta dibedakan diantara penumpang wanita lainnya, Alhamdulillah. Pun di Check In Counter, hehehe… walau banyak pasang mata melirik dan memantau, waduh siap ini…atau apalah yang dalam benak mereka. Sampai di Pemeriksaan Keberangkatan di Lantai Atas Bandara Soekarno Hatta semua berjalan lancar, tidak ada pemeriksaan khusus seperti yang saya takutkan, masih dengan kondisi yang sama, pandangan beberapa pasang mata cukup mengganggu saya, untungnya Team cukup menghibur saya dengan menemani ngobrol sehingga saya tidak berasa terasingkan…

Saat masuk pesawat mengantri dengan penumpang lainnya, saya merasa nyaman, saat itu banyak yang masih liburan, jadi umumnya penumpang adalah pelancong asing, 20170101_122742ini bedanya, saat bertemu dengan sesama lokal kenapa saya seperti ‘aneh’, sementara saat berpapas muka dan berdiri sejajar dengan warga asing entah asia atau eropa, lebih ramah melempar senyum, Alhamdulillah.

Pramugari pun ramah, sampai saya tiba di Bali… kota yang mayoritas penduduknya Hindu, saya pikir saya akan ‘seperti gimana gitu’, dari bandara sampai Hotel tempat saya menginap Alhamdulillah tidak ada yang ‘janggal’… ketakutan saya berakhir dan mereda, Penduduk di Bali ramah sekali, memang seperti biasa sulit sekali saya menemukan musolah, untungnya jalan menuju Pameran Kantor saya melewati Mesjid.

Semua terasa ringan dan mudah, dan kondisi diatas terulang lagi dikepulangan saya menuju Jakarta…

Kadang kita merasa kecil saat terkucil, tapi percayalah, masih ada hati-hati besar yang sedia merangkul jalan Hijrah kita, Terima Kasih Bali…

Semoga pengalaman pribadi saya ini meng-encourage kawan-kawan muslimah yang berniat menyempurnakan jalan hijrah, Aamiin Yaa Rabbal Al Aamiin, semoga kalau perjalanan rutin saya dan keluarga keluar negeri pun tidak ada masalah berarti karena saya berniqab.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Jalan HIJRAH Menuju Kaffah

Keluarga Oktafianus

How to be productive with your family during RAMADHAN
*Waspada Selama Puasa Ramadhan* !!! ✍Ustadz DR.Firanda Andirja, Lc MA hafidzohulloh. 1) Jauhi ghibah, karena ghibah akan menggugurkan pahala puasa anda, bahkan menurut segelintir ulama membatalkan puasa. Ghibah dijadikan lezat oleh syaitan, karenanya diantara perkara yg sangat menarik adalah menonton atau membaca berita ghibah. 2) Tundukan pandangan, agar pahala puasa anda tidak terkikis dengan aurot wanita yg terpajang di FB apalagi Youtube. 3) Waktu untuk nge-net jangan sampai lebih banyak daripada membaca al-Qur'an, sungguh ini adalah jebakan syaithan 4) Jauhi menghabiskan waktu dengan menonton sinetron yg isinya banyak memamerkan aurot wanita dan melalaikan dari akhirat. Demikian juga ngabisin waktu dengan main game dan semisalnya yg tdk bermanfaat. 5) Jauhi ngabuburit apalagi di jalanan sehingga pandangan tak bisa terjaga. 6) Kurangi ngobrol dengan makhluk, banyakan porsi untuk membaca perkataan Rabb mu. Kebanyakan ngobrol dengan makhluk akan mengeraskan hati, adapun membaca firman Kholiq akan melembutkan dan membahagiakan hati. Jangan sampai anda menutup al-Qur'an karena bosan dengan firman Allah demi mendengar perkataan dan ngobrol dengan makhluk. 7) Perhatian terhadap dapur penting, tapi bukan yg terpenting, jangan sampai waktu terlalu banyak tersita untuk dapur sementara kehabisan waktu untuk ngaji al-Qur'an. 8) Semangat beribadah tatkala Ramadhan tapi hati-hati jangan sampai terjerumus dalam riya' dan ujub karena menulis ibadah di status BB, FB, atau WA. Contoh (Alhamdulillah sudah khatam Qur'an 5 kali), atau (Sedang i'tikaf mohon jangan mengganggu), atau (Alhamdulillah sempat menyantuni anak yatim di bulan mulia ini), dll. Meskipun menyiarkan ibadah tidaklah haram, tetapi menutup pintu-pintu riya' dan ujub lebih baik, kecuali untuk memotivasi. 9) I'tikaf adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan ajang untuk ngobrol ngalur ngidul. Jangan sampai warung kopi pindah ke dalam mesjid dengan dalih i'tikaf. 10) Menjelang lebaran, di 10 malam terakhir jangan lupa mengejar lailatul qodar, jangan sampai waktu mencarinya kebanyakannya di mall atau di jalanan. Semoga Allah memudahkan kita mendapatkan ampunanNya di bulan yg mulia ini.
_Bismillah_ 🍂 _*Info Kajian Rutin*_ _Masjid Annuur Pramita_ _Lippo Karawaci_ 📖 MATERI *Bagaimana menyambut bulan Ramadhan* 👤 PEMATERI *Ustadz Mukhlis Abu Dzar حفظه الله تعالى* 📅 WAKTU *Rabu, 23 Sya’ban 1439 H / 09 Mei 2018* Jam *Ba'da Magrib* 🕌 TEMPAT *Masjid Annuur Pramita* *Kampus Universitas Pramita* Karawaci - Binong - Tangerang https://goo.gl/maps/x6kCQwbeYQu 📞 *CP / Info* 0812 9343956 0878 78089389 0819 08264942 "Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan." [HR. Muslim, 3509] Terbuka untuk Umum (Ikhwan & Akhwat)

Jazakumullah Khoir

  • 76,348 hits
%d bloggers like this: