Gemar dipuji ANTI dikritik

Leave a comment

31/01/2017 by keluarga Oktafianus

Naudzubillahi min dzalik… manusiawi, kecendrungan orang umum berlomba-lomba mencuri perhatian sesama makhluk hidup dan berharap pujian dari itu menjadi lumrah saat ini, dan menjadi berang dan bertanduk disaat dikritik, ini sebagian dari tanda-tanda ‘ada yang salah dalam diri kita’, penyakit hati yang dekat dengan beberapa sifat yang dibenci Allah Subhanahu Wa Ta’ala ; Ujub, Riya dan Takabbur. Coba cek diri kita, tergolong salah satu diantaranya ?

haus-pujianMenukil dari artikel @ Ummul Hamam – Riyadh KSA, http://rumaysho.com yang saya pribadi jadikan pengingat diri sendiri, seperti yang kita sepakat ‘mempertahankan itu jauh lebih sulit’ … ya, mempertahankan keimanan yang hanya untuk Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata itu butuh ‘kemauan’ dan ‘pengorbanan’, meninggalkan yang dilarang dan menjalankan yang seharusnya, Hafizhanallah.

Jangan Tertipu dengan Pujian Orang Lain
Ibnu ‘Ajibah mengatakan, “Janganlah engkau tertipu dengan pujian orang lain yang menghampirimu. Sesungguhnya mereka yang memuji tidaklah mengetahui dirimu sendiri kecuali yang nampak saja bagi mereka. Sedangkan engkau sendiri yang mengetahui isi hatimu. Ada ulama yang mengatakan, “Barangsiapa yang begitu girang dengan pujian manusia, syaithon pun akan merasuk dalam hatinya.” (Lihat Iqozhul Himam Syarh Matn Al Hikam, Ibnu ‘Ajibah, hal. 159, Mawqi’ Al Qaroq, Asy Syamilah)

Doa yang Diucapkan Ketika Dipuji Orang Lain
Lihatlah apa yang dilakukan oleh Abu Bakr Ash Shidiq tatkala beliau dipuji oleh orang lain.
Beliau–radhiyallahu ‘anhu- pun berdo’a,

اللَّهُمَّ أَنْتَ أَعْلَمُ مِنِّى بِنَفْسِى وَأَنَا أَعْلَمُ بِنَفْسِى مِنْهُمْ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ وَاغْفِرْ لِى مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ وَلاَ تُؤَاخِذْنِى بِمَا يَقُوْلُوْنَ

Allahumma anta a’lamu minni bi nafsiy, wa anaa a’lamu bi nafsii minhum. Allahummaj ‘alniy khoirom mimmaa yazhunnuun, wagh-firliy maa laa ya’lamuun, wa laa tu-akhidzniy bimaa yaquuluun.

[Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka] ( Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 4/228, no.4876. Lihat Jaami’ul Ahadits, Jalaluddin As Suyuthi, 25/145, Asy Syamilah)

Selalu Raih Ikhlas dan Jangan Cari Muka (Cari Pujian)

Abul Qosim juga mengatakan, “Ikhlas adalah membersihkan amalan dari komentar manusia.”

Dzun Nuun menyebutkan tiga tanda ikhlas:
1. Tetap merasa sama antara pujian dan celaan orang lain.
2. Melupakan amalan kebajikan yang dulu pernah diperbuat.
3. Mengharap balasan dari amalan di akhirat (dan bukan di dunia).
(Lihat At Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an, An Nawawi, hal. 50-51, Maktabah Ibnu ‘Abbas, cetakan pertama, tahun 1426 H)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Jalan HIJRAH Menuju Kaffah

Jazakumullah Khoir

  • 71,033 hits
Irmalida

Stairway to Jannah

ShinnichiVegaKimirossi

My Life - My Hobby - My Ambition

Teddy Oktafianus

Menjemput Hidayah Menuju Hijrah Kaffah

KELUARGA OKTAFIANUS

Bersama Hijrah Menjemput Hidayah

%d bloggers like this: