FAWAID KITAB AL AQLU WA AN NAQLU

Leave a comment

14/12/2017 by keluarga Oktafianus

📆 *Selasa,  11 Shafar 1439 H – 31 Oktober 2017 M*

📒 *KAJIAN THARIQUL WUSHUL, ILAL ‘ILMIL MA-MUUL*

*Rasulullah ﷺ manusia yang paling tahu tentang kebenaran, dan beliau ﷺ adalah manusia yang paling mampu menjelaskan kebenaran, dan beliau manusia yang paling memberi nasihat kepada manusia.* 

Maka konsekwensinya, penjelasan Nabi ﷺ terhadap kebenaran lebih sempurna dari penjelasan siapapun juga. Ini perkara yang harus kita semua yakini, bahwa Nabi ﷺ adalah yang paling tahu tentang kebenaran. Paling fasih dalam menyampaikan kebenaran. Paling semangat untuk memberikan hidayah. Maka tentu penjelasan Nabi ﷺ  lebih gamblang, lebih jelas daripada penjelasan siapapun juga. 

Mereka yang tidak paham bahasa Arab atau kurang pemahaman bahasa Arabnya, itu saja yang membuat mereka musykil (problem/ faktor penghalang) dalam masalah itu.   

Walaupun tentunya, dalam menjelaskan hadits atau sabda rasulullahﷺ , kita harus melihat sabda-sabda Rasul yang lainnya. Karena nash-nash itu saling menjelaskan satu sama lainnya. Sehingga dengan cara seperti itu kita akan memahami nash-nash yang musytabihat (samar bagi kita).

Kemudian, kalau kita tidak mendapatkannya (dalam nash) maka kita melihat bagaimana pemahaman para sahabat rasulillah ﷺ. Karena para sahabat, jarang sekali bertanya kepada rasulullah ﷺ tentang makna yang rasulullah sampaikan kepada mereka, dikarenakan mereka manusia paling fasih setelah rasul ﷺ. Sehingga mereka paling paham tentang apa yang diinginkan oleh rasul dalam bentuk-bentuk kalimatnya, kata-katanya. Karena bahasa Arab ini maknanya sangat luas sekali.

Maka kalau kita tidak mendapatkan penjelasannya dari nash-nash atau dalil-dalil yang lain, kita lihat penjelasan dan praktek dari para sahabat rasulullah, karena mereka yang paling paham, yang paling tahu. 

Kalau tidak dapat juga,maka kita lihat dari para Tabi’in karena mereka murid-murid para sahabat. Yang tentunya para sahabat telah menjelaskan penafsiran-penafsirannya kepada mereka. 

Kalau dari para tabi’in tidak ada maka kita lihat bagaimana dari para ulama setelahnya. Jangan dulu kita langsung rujuk kepada para ulama belakangan sebelum kita melihat dari para ulama terdahulu dari kalangan sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in.

_*Sebuah kesalahan adalah ketika kita mencari penafsiran sabda rasul ﷺ atau hadits-hadits rasul ﷺ dengan hanya sebatas melihat pendapat dari para ulama terakhir, ini sebuah kesalahan. Karena ulama terdahulu jauh lebih alim (lebih tahu). Terutama para ulama dari para sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in, daripada ulama-ulama terakhir.*_

Maka kita tidak boleh mencukupkan diri dengan ulama-ulama terakhir, seperti  yang dilakukan oleh banyak kaum muslimin Indonesia di negeri ini. Mereka lebih ridha dengan ulama-ulama terakhir, ulama-ulama madzhab itupun yang ulama belakangan bukan yang terdahulu.

_Padahal, sebaik-baik generasi adalah para sahabat, kemudian generasi setelahnya, kemudian setelahnya, demikian. dan ini berkonsekwensi bahwa generasi yang paling banyak adalah generasi para sahabat, kemudian setelahnya kemudian setelahnya. Berarti semakin kebelakang semakin berkurang keilmuannya._

Maka dari itulah saudaraku, yang harus paling dahulu kita cari adalah penafsiran tentang alquran dan hadits adalah dari generasi yang paling banyak ilmunya dahulu, sebelum daripada generasi  yang lainnya. 

Kecuali kalau memang kita sudah tidak mendapatkannya lagi, barulah kita lihat  bagaimana yang ditafsirkan oleh para ulama yang ada di belakangan, yang tentunya ulama tersebut mengikuti manhaj salaf dan diatas aqidah salafush shalih. 

wallahu a’lam 🌹

📝 Ustadz Abu Yahya Badrusalam -hafizhahullah- 

Sumber :  Grup Al-Fawaid Ilmiyah 
Re-share by 

Bbg•Wag-alilmu | Menebar Cahaya Sunnah 
**🍃📚🍃**

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Jalan HIJRAH Menuju Kaffah

Jazakumullah Khoir

  • 93,578 hits
%d bloggers like this: