Ringkasan Kajian Tauhid Syaikh Ibrahim Ar-Ruhaily di Solo

Leave a comment

10/01/2018 by keluarga Oktafianus

RINGKASAN MUQADDIMAH
DAUROH SOLO

Disampaikan oleh:
Syaikh Prof. Dr. Ibrahim ar-Ruhaili
Penerjemah:
Ustadz Beni Sarbeni, Lc.
Hafidzhahumallahu Ta’ala

Ma’had Imam al-Bukhari
20 Rabiuts Tsani 1439 H

☝Pentingnya kerjasama yang baik antara para da’i dan donatur.
Sungguh, harta yang mereka infakan di jalan Allah tidaklah hilang, bahkan disimpan di sisi Allah dan itulah harta yang kekal.

Apa yang disampaikan bukanlah perkara baru dan bukan dalam rangka ta’lim (mengajar) akan tetapi hanya sebatas mengingatkan dan senantiasa saling mengingatkan:
“Berilah peringatan, karena sungguh peringatan itu sangat bermanfaat bagi orang-orang yang beriman”.

Sebagaimana tidak samar bahwa, umat ini hidup dalam fitnah yang sangat besar dan bertambah besar sehingga seorang penuntut ilmu pun merasa bingung karena fitnah yang mereka lihat, setiap hari seorang mukmin itu masuk ke dalam fitnah, yang tidak akan mampu dia keluar darinya kecuali dengan ilmu, tekad yang kuat dan istiqamah di atas al-Qur’an dan Sunnah.

Karena berbicara di hadapan para thalabatul ilmi (penuntut ilmu) maka beliau membahas bagaimana mereka mampu menjauhkan umat dari fitnah ? (dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala)

Ada tiga hal penting yang mesti dipelajari dengan baik oleh seorang penuntut ilmu dan da’i agar mereka mampu melindungi atau mengeluarkan umat dari fitnah:

1⃣ Mengenal keadaan zaman dimana dia berada.

2⃣ Kita harus mengenal diri kita sendiri.

3⃣ Mengetahui cara yang benar untuk melindungi dan mengeluarkan umat dari fitnah.

🍃☘🍃🍁☘🍃☘

 

1⃣ _____
MENGENAL KEADAAN ZAMAN DIMANA DIA BERADA.

Maksudnya adalah mengetahui keadaan zaman kita sekarang ini dari sudut pandang agama, apakah kita hidup di zaman dimana kaum muslimin berdiri di atas agamanya dan di atas sunnah ataukah sebaliknya ?

Apakah umat di zaman kita sekarang ini sebagaimana umat di zaman Baginda Nabi ﷺ ?

Ini perkara yang sangat penting dan memerlukan pengkajian secara mendalam, karena kehidupan manusia dan kehidupan umat ini sangat berubah-ubah dipengaruhi oleh banyak faktor, yang diantaranya adalah musuh-musuh kaum muslimin itu sendiri.

Umat ini ibarat pasien yang datang kepada seorang dokter, ia adalah pasien yang tertimpa ragam penyakit lagi menyebar dalam seluruh tubuhnya. Dokter tersebut tidak bisa mendiagnosanya secara serampangan, dokter tersebut mesti menyeleksi penyakit yang menimpanya dengan baik, mulai dari yang paling berat sampai yang paling ringan.

Nah,..
Demikian pula umat ini yang mesti didiagnosa dari penyakit yang paling berat, yakni kesyirikan. Berapa banyak dari umat ini yang melakukan kesyirikan seperti beristighatsah kepada selain Allah.

Kemudian penyakit bid’ah yang sangat menyebar di kalangan umat Islam, dan menjadi sebab utama perpecahan diantara mereka. Bahkan dengan sebabnya, berapa banyak darah ditumpahkan ? Saling menuduh kafir, ada pula diantara mereka yang bertaqarrub (mendekatkan diri kepada Allah) dengan membunuh ibunya sendiri di bulan ramadhan pada hari jum’at, tentunya atas nama agama.

Demikian pula penyakit kemaksiatan, sehingga anda akan dapati semua kemaksiatan yang disebut dalam al-Qur’an, itu ada diantara umat ini.

🍃☘🍃🍁☘🍃☘

-selain fitnah yang sangat besar ini-

Bermunculan orang-orang yang bukan dari kalangan ahli ilmu berusaha untuk “melakukan perbaikan” dengan menetapkan sebab fitnah yang terjadi, kata mereka sebabnya adalah para penguasa, akhirnya munculah orang-orang yang menentang para penguasa sehingga lahir fitnah lainnya.

Ada pula kelompok yang mengatakan bahwa, sebab perpecahan adalah tauhid dan ilmu, oleh karena itu mereka mempropagandakan agar dakwah tauhid ini dihentikan dan mesti diganti dengan dakwah akhlaq. Padahal persatuan tidak akan pernah terwujud kecuali dengan akidah yang benar.

Ada pula kelompok lainnya –yang tidak diketahui tujuan di balik semuanya– yang menyusun pasukan dengan mengatakan bahwa, mereka akan mendirikan negara Islam, yang kesempatan tersebut digunakan oleh musuh-musuh Islam untuk memecah belah kaum muslimin dan melemahkan mereka.

Yang lainnya menyerahkan diri kepada syahwat dan tunduk kepada orang-orang kafir, ada di belakang orang kafir dengan mengikuti jalan mereka dalam bahasa juga gaya mereka, sehingga tidak bisa dibedakan mana muslim mana kafir, baik dalam prilaku maupun penampilan.

Ada pula kelompok yang mengatakan bahwa, gagalnya kaum muslimin adalah disebabkan penerapan hukum syariat, akhirnya mereka pun mendakwahkan sekulerisme, mereka mengatakan bahwa kita harus mengikuti gaya Yahudi demikian pula kaum musyrikin.

Tentunya bahasan ini sangat panjang dan akan senantiasa panjang.

🍃☘🍃🍁☘🍃☘

 

2⃣ _____
KITA HARUS MENGENAL DIRI KITA SENDIRI.

Kita harus mengetahui kedudukan diri sendiri dan peran apa yang layak untuk kita lakukan, seorang dokter spesialis jika didatangi oleh pasien dengan penyakit yang tidak sesuai dengan keahliannya akan mengatakan, “Saya bukan dokter dalam bidangnya, pergi ke dokter fulan”.

Jadi kaidah yang sangat penting adalah:
“Seseorang tidak akan bisa melakukan Ishlah (perbaikan) sehingga dia mengetahui siapa dirinya”.

PERHATIKAN !..
Ketika muncul kaum khawarij lalu dibantah oleh kaum yang pada akhirnya memunculkan bid’ah baru, mereka adalah Murjiah.

Ketika muncul Musyabbihah (kelompok yang menyerupakan Allah ﷻ) lalu dibantah oleh kaum yang pada akhirnya memunculkan bid’ah baru, mereka adalah Muaththilah (orang yang menafikan sifat dan atau nama Allah ﷻ).

Ini semua karena mereka tidak mengenal kadar diri mereka sendiri.

Masalah kita sekarang ini adalah karena tidak ada pengkajian secara khusus terhadap problematika umat, sehingga masing-masing –sesuai dengan kemampuannya– bisa menempati pos yang sesuai dengannya.

Tidak sepantasnya kita melepaskan tanggung jawab yang sangat besar ini dengan mengatakan, “Saya bukan orang yang pantas untuk melakukan perbaikan, ini tugas para ulama”, sementara dia bisa melakukana apa yang bisa ia lakukan.

Demikian pula tidak sepantasnya kita melihat diri kita seolah-olah seorang Imam asy-Syafii, atau Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.

Berikanlah penilaian akan diri sendiri secara jujur agar kita pun bisa memposisikan diri kita dengan tepat❗

🍃☘🍃🍁☘🍃☘

 

3⃣ _____
MENGETAHUI CARA YANG BENAR UNTUK MELINDUNGI & MENGELUARKAN UMAT DARI FITNAH.

Caranya adalah dengan mengembalikan mereka kepada al-Qur’an dana as-Sunnah.

☝ Camkan bahwa, “Umat ini perlu dikembalikan kepada Sunnah, harus ada diantara umat ini yang memahamkan mereka al-Qur’an dan as-Sunnah.

Sungguh untuk mengobati umat ini kita tidak memerlukan teknologi canggih”.

Kita pun mesti realistis melihat keadaan umat ini, jangan menjadi orang yang berkhayal sehingga kita memandangnya dengan manhaj (cara) yang benar.

Demikian pula kita mesti benar-benar kembali kepada Allah ﷻ seraya memohon kepada-Nya agar umat ini dilindungi dan dikeluarkan dari fitnah.

Dan kita pun optimis karena akan senantiasa ada sekelompok dari umat ini yang berdiri di atas kebenaran tidak akan celaka dengan orang-orang yang mengkhianati mereka, sebagaimana hal itu dijelaskan dalam hadits yang shahih.

☘🍃☘🍁🍃☘🍃

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Jalan HIJRAH Menuju Kaffah

Jazakumullah Khoir

  • 93,578 hits
%d bloggers like this: