BIARKAN MEREKA BAHAGIA…

Leave a comment

15/02/2018 by keluarga Oktafianus

Oleh Ustadz Abu Ja’far Cecep Rahmat, Lc

Saudaraku..
Jika engkau ingin menguji kebersihan dan kesucian hatimu, bergaulah dengan orang-orang yang beriman.
Apakah engkau ingin mereka senang dan bahagia, ataukah sebaliknya?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

(إن من أحب الأعمال إلى الله إدخال السرور على قلب المؤمن..) أخرجه البيهقي في شعب الإيمان, وحسنه الألباني في الصحيحة 1494

“Sesungguhnya amalan yang paling dicintai Allah adalah memasukkan kebahagiaan kepada hati seorang mukmin.. ”
(HR. Baihaqi, dihasankan syaikh Al Albany dalam Ash Shohihah no. 1494)

Duhai, betapa bahagianya bisa berteman dan bergaul dengan para pemilik hati yang bersih dan jernih. Mereka selalu berusaha memberikan kebahagiaan kepada saudaranya.

Bagi mereka, kebahagiaan saudaranya adalah kebahagiaannya juga. Sehingga akan berusaha menebar kebahagiaan itu atau minimal mengurangi kesedihan saudaranya.

Duhai, sekiranya kita dapat meniru Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang tatkala melihat anak yatim sedih di hari Raya, beliau peluk, beliau ajak pulang, memandikan, memberikan pakaian dan makanan, hingga anak tersebut keluar kepada teman-temannya dengan penuh kegembiraan.

Duhai, sekiranya kita dapat meniru para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang begitu senang membahagiakan dan menjamu saudaranya meskipun mereka sendiri kesusahan, yang berteriak kegirangan menyambut dan memberikan kabar gembira kepada saudaranya yang diboikot selama lebih satu bulan bahwa pemboikotan terhadap mereka berakhir.

Saudaraku..
Lihatlah saudara-saudara kita dengan tatapan Kasih Sayang, Cinta Kasih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

(لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه ) ، رواه البخاري ومسلم

“Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai mencintai saudaranya seperti ia mencintai untuk dirinya sendiri”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Saudaraku..
Tidak ada yang menghalangi seseorang ikut berbahagia atau memberikan kebahagiaan kepada saudaranya kecuali karena kebusukan hati dan kurangnya keimanan.
Iri, dengki, hasad, benci, dan segala penyakit hatinya lah yang menguasai dirinya. Maka waspada dan lawanlah berbagai penyakit hati tersebut agar kita selamat dunia akhirat.

Akhirnya, saya berharap dengan tulisan ringan ini kita bisa lebih berbahagia karena bergaul dengan orang-orang shalih dan beriman, meskipun mungkin mereka miskin tidak dapat memberikan manfaat kepadamu kecuali senyuman, kata-kata yang baik dan akhlak mulia. Semoga kita juga kebih bersemangat menjadi Sumber kebahagiaan orang lain dan bukan sebaliknya.

Makkah, 30 Desember 2017
Saudaramu,

Abu Ja’far Cecep Rahmat
( Pimpinan Pesantren Tahfizh Al Hunafa)

═════••✿✿✿••═════

Dipost Ustadz Abu Ja’far Cecep Rahmat, Lc -Hafizhahullah- Sabtu 12 Rabi’ul Akhir 1439 H / 30 Desember 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Jalan HIJRAH Menuju Kaffah

Jazakumullah Khoir

  • 93,578 hits
%d bloggers like this: