Hukum aplikasi نختم al qur’an (nakhtim : kita hatamkan)

Leave a comment

15/02/2018 by keluarga Oktafianus

Kami tanyakan masalah ini kepada Syaikh Walid Saifun Nashr (Ulama dari bahrain, murid Syaikh Al Albani rahimahullah) hafizhahullah melalui Whatsapp:

Teks pertanyaan:

هناك برنامج جوالي يسمى “نختم” لترغيب الناس إلى قرأة القرأن. كلما يفتح الرجل جواله ظهرت له أية ليقرأه, إذا يفتح مرة أخرى ظهرت أية تالية، و هكذا حتى يختمه.
مه العلم أن كثير من الناس غفل عن القرأن لأجل جوالتهم. و يزعم المبرمج أن هذه البرنامج يذكر الناس القرأن.
كيف قرأة القرأن بهذه الطريقة؟ أفيدونا مأجورا ”
.
Ada aplikasi handphone yang bernama ‘nakhtim’ untuk memotivasi orang membaca Al Qur’an. Setiap kali seseorang membuka HP, akan muncul satu ayat untuk dibaca, ketika ia buka HP lagi akan muncul ayat setelahnya, demikian seterusnya hingga ia mengkhatamkannya. Tentu saja kita ketahui bersama banyak orang lalai dari membaca Al Qur’an gara-gara HP-nya, dan pembuat aplikasi ini beranggapan bahwa aplikasi ini dapat mengingatkan orang untuk membaca Al Qur’an. Namun bagaimana hukum membaca Al Qur’an dengan metode demikian? Mohon beri faidah kepada kami semoga anda mendapat ganjaran kebaikan”

Beliau menjawab:

أتوقع أن هذا من البدع
ولو أن رجلا كلما دخل بيتا أو خرج منه ذكره أحد بتلاوة آية مثلا
أو بذكر خاص لكان هذا الفعل بدعة
والتلاوة تحتاج إلى استعاذة واستعداد وحضور قلب
واستجماع نية
وقد تحتاج إلى خلوة
مع تدبر وخشوع وغير ذلك
لذا نرى أن هذا العمل غير مشروع
والأصل في العبادات التوقيف
والأصل فيها المنع
وإن كان القصد حسنا .
“Saya menganggap ini merupakan kebid’ahan. Misalnya, andaikan ada seseorang yang ketika masuk rumah atau keluar rumah ada orang lain yang tugasnya mengingatkan ia satu ayat Al Qur’an atau mengingatkan suatu dzikir tertentu, maka ini bentuk kebid’ahan.
Tilawah Al Qur’an itu butuh isti’adzah, butuh persiapan diri, butuh kehadiran hati, dan butuh mengumpulkan niat dalam hati. Dan terkadang juga butuh khulwah (bersendirian). Juga disertai tadabbur dan kekhusyukan.
Oleh karena itu, kami berpandangan amalan yang demikian tidaklah disyari’atkan. Dan hukum asal ibadah adalah at tauqif (tidak dilakukan hingga ada dalil). Dan hukum asal ibadah juga al man’u (terlarang, hingga ada dalil). Walaupun niatnya baik” Wallahu a’lam.

Oleh ust. Yulian

#ypiayogyakarta #quran #aplikasi #khatam #alquran

Muslimah.or.id

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Jalan HIJRAH Menuju Kaffah

Jazakumullah Khoir

  • 86,467 hits
%d bloggers like this: