JANGAN AJARI ANAKMU JADI PENGEMIS DI HARI IED FITRI

Leave a comment

08/06/2018 by keluarga Oktafianus

“Liat tuh pakde datang. Salim sana biar dapat uang”
.
.

“Ayo kita ke rumah teman ayah. Dia orang kaya, kalo kesana pasti dikasih”
.
.

“Mana nih tante buat ponakannya masa belum dikasih. Tante kan kerja thr nya banyak”
.
.

Dan ucapan2 sejenis yang kadang masih terucap dari lisan orang tua yg kurang kajian.

.
.

Sungguh malang nasibmu, nak. Jika yang orang tuamu ajarkan adalah mental orang2 lemah. Mental peminta-minta yang justru sebenarnya dalam Islam sangat dilarang.
.
.

โ€œBarangsiapa meminta-minta padahal dirinya tidak fakir, maka seakan-akan ia memakan bara api” (HR Ahmad 4/165)
.
.

Dalam islam kita diajarkan, sebaik-baik manusia ialah yang bermanfaat pada yang lainnya.
Jika kita belum mampu menebar manfaat (berbagi) maka islam juga mengajarkan kita agar memiliki rasa Iffah. Yaitu rasa malu dalam takwa. Termasuk malu dalam meminta.
Juga rasa Izzah, harga diri yang tinggi sebagai seorang muslim yang membuatnya tak mau merendahkan diri hanya demi rupiah.
.
.

So, pilihan bagi muslim yang baik adalah berbagi atau tetap menjaga diri dari meminta.
Tinggikan derajatmu dengan tidak mengajarkan si kecil meminta pada nenek, kakek, om, tante, paman, uwa, dll, dsb, dst di hari nan suci.
Wallahu a’lam

Karna mukmin itu
ADAB DULU BARU ILMU ๐ŸŒฑ

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

Jangan jadi Pengemis

๐Ÿ“ Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Segala puji hanyalah milik Allah, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Menjelang lebaran atau hari raya Idul Fithri, sesuai cerita yang kami dengar, banyak sekali pengemis yang berkeliaran di sekitar masjid Al Kautsar, Pogung Baru, Yogyakarta. Maklumlah, kompleks tersebut merupakan daerah orang-orang berduit. Beberapa profesor dari kampus kami Universitas Gadjah Mada berdiam di rumah-rumah mewah yang ada di daerah tersebut. Bahkan dengar-dengar juga Din Syamsudin mengontrak salah satu rumah elit yang ada. Karena sudah diketahui kompleks tersebut banyak dihuni orang-orang kaya, ketika menjelang hari raya, banyak pengemis (kami tidak mau sebut miskin karena mereka sebenarnya pemalas kerja dan pura-pura jadi miskin) berkeliaran dan mendetangi rumah per rumah, apalagi jika mereka tahu bahwa rumah tersebut biasa memberikan zakat fitrah atau zakat maal secara langsung. Diceritakan bahwa kadang pengemis yang datang hanya itu-itu saja dari tahun ke tahun. Ada juga yang datang ke satu rumah, lalu ia mengganti bajunya dan datang kembali mengemis zakat ke rumah yang sama. Sungguh sebenarnya mereka adalah orang-orang malas dalam bekerja, hanya bermodalkan tangan dan muka yang penuh belas kasihan. Yang kadang juga di antara mereka malas shalat lima waktu atau tidak puasa saat Ramadhan. Kerjaannya tiap hari hanya nongkrong di perempatan atau nggak yah keliling ke rumah-rumah sembari menyodorkan tangannya meminta-minta.

Mari Bekerja Keras

Islam sendiri memerintahkan pada kita untuk bekerja keras dan meminta-minta alias pengemis adalah suatu pekerjaan yang hina.

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasul shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู„ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุญู’ุชูŽุทูุจูŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุญูุฒู’ู…ูŽุฉู‹ ุนูŽู„ูŽู‰ ุธูŽู‡ู’ุฑูู‡ู ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุฃูŽู„ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏู‹ุง ุŒ ููŽูŠูุนู’ุทููŠูŽู‡ู ุฃูŽูˆู’ ูŠูŽู…ู’ู†ูŽุนูŽู‡ู

โ€œLebih baik seseorang bekerja dengan mengumpulkan seikat kayu bakar di punggungnya dibanding dengan seseorang yang meminta-minta (mengemis) lantas ada yang memberi atau enggan memberi sesuatu padanya.โ€ (HR. Bukhari no. 2074)

Bekerja keras dengan menggunakan tangan, itu adalah salah satu pekerjaan terbaik bahkan inilah cara kerja para nabi โ€˜alaihimush sholaatu wa salaam. Dari Al Miqdam, dari Rasul shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, beliau bersabda,

ู…ูŽุง ุฃูŽูƒูŽู„ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุทูŽุนูŽุงู…ู‹ุง ู‚ูŽุทูู‘ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ูŽ ู…ูู†ู’ ุนูŽู…ูŽู„ู ูŠูŽุฏูู‡ู ุŒ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ ู†ูŽุจูู‰ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฏูŽุงูˆูุฏูŽ โ€“ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู โ€“ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ู ู…ูู†ู’ ุนูŽู…ูŽู„ู ูŠูŽุฏูู‡ู

โ€œTidak ada seseorang memakan suatu makanan yang lebih baik dari makanan hasil kerja keras tangannya sendiri. Dan Nabi Daud โ€˜alaihis salam makan dari hasil kerja keras tangannya.โ€ (HR. Bukhari no. 2072)

Ancaman Bagi Pengemis

Dari โ€˜Abdullah bin โ€˜Umar, ia berkata bahwa Rasul shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽุง ูŠูŽุฒูŽุงู„ู ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ูŠูŽุณู’ุฃูŽู„ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูŽ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุฃู’ุชูู‰ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ููู‰ ูˆูŽุฌู’ู‡ูู‡ู ู…ูุฒู’ุนูŽุฉู ู„ูŽุญู’ู…ู

โ€œJika seseorang meminta-minta (mengemis) pada manusia, ia akan datang pada hari kiamat tanpa memiliki sekerat daging di wajahnya.โ€ (HR. Bukhari no. 1474 dan Muslim no. 1040)

Dari Hubsyi bin Junadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ุณูŽุฃูŽู„ูŽ ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ููŽู‚ู’ุฑู ููŽูƒูŽุฃูŽู†ูŽู‘ู…ูŽุง ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู…ู’ุฑูŽ

โ€œBarangsiapa meminta-minta padahal dirinya tidaklah fakir, maka ia seakan-akan memakan bara api.โ€ (HR. Ahmad 4/165. Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth berkata bahwa hadits ini shahih dilihat dari jalur lain)

Dari Samuroh bin Jundub, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฃูŽู„ูŽุฉู ูƒูŽุฏูŒู‘ ูŠูŽูƒูุฏูู‘ ุจูู‡ูŽุง ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ูˆูŽุฌู’ู‡ูŽู‡ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุฃูŽู„ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ุณูู„ู’ุทูŽุงู†ู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ูููŠ ุฃูŽู…ู’ุฑู ู„ูŽุง ุจูุฏูŽู‘ ู…ูู†ู’ู‡ู

โ€œMeminta-minta adalah seperti seseorang mencakar wajahnya sendiri kecuali jika ia meminta-minta pada penguasa atau pada perkara yang benar-benar ia butuh.โ€ (HR. An Nasai no. 2600, At Tirmidzi no. 681, dan Ahmad 5/19. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Hanya tiga orang yang diperkenankan boleh meminta-minta sebagaimana disebutkan dalam hadits Qobishoh, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ูŠูŽุง ู‚ูŽุจููŠุตูŽุฉู ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฃูŽู„ูŽุฉูŽ ู„ุงูŽ ุชูŽุญูู„ูู‘ ุฅูู„ุงูŽู‘ ู„ุฃูŽุญูŽุฏู ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉู ุฑูŽุฌูู„ู ุชูŽุญูŽู…ูŽู‘ู„ูŽ ุญูŽู…ูŽุงู„ูŽุฉู‹ ููŽุญูŽู„ูŽู‘ุชู’ ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฃูŽู„ูŽุฉู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูุตููŠุจูŽู‡ูŽุง ุซูู…ูŽู‘ ูŠูู…ู’ุณููƒู ูˆูŽุฑูŽุฌูู„ู ุฃูŽุตูŽุงุจูŽุชู’ู‡ู ุฌูŽุงุฆูุญูŽุฉูŒ ุงุฌู’ุชูŽุงุญูŽุชู’ ู…ูŽุงู„ูŽู‡ู ููŽุญูŽู„ูŽู‘ุชู’ ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฃูŽู„ูŽุฉู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูุตููŠุจูŽ ู‚ููˆูŽุงู…ู‹ุง ู…ูู†ู’ ุนูŽูŠู’ุดู โ€“ ุฃูŽูˆู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุณูุฏูŽุงุฏู‹ุง ู…ูู†ู’ ุนูŽูŠู’ุดู โ€“ ูˆูŽุฑูŽุฌูู„ู ุฃูŽุตูŽุงุจูŽุชู’ู‡ู ููŽุงู‚ูŽุฉูŒ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽู‚ููˆู…ูŽ ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉูŒ ู…ูู†ู’ ุฐูŽูˆูู‰ ุงู„ู’ุญูุฌูŽุง ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู…ูู‡ู ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุตูŽุงุจูŽุชู’ ููู„ุงูŽู†ู‹ุง ููŽุงู‚ูŽุฉูŒ ููŽุญูŽู„ูŽู‘ุชู’ ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฃูŽู„ูŽุฉู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูุตููŠุจูŽ ู‚ููˆูŽุงู…ู‹ุง ู…ูู†ู’ ุนูŽูŠู’ุดู โ€“ ุฃูŽูˆู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุณูุฏูŽุงุฏู‹ุง ู…ูู†ู’ ุนูŽูŠู’ุดู โ€“ ููŽู…ูŽุง ุณููˆูŽุงู‡ูู†ูŽู‘ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฃูŽู„ูŽุฉู ูŠูŽุง ู‚ูŽุจููŠุตูŽุฉู ุณูุญู’ุชู‹ุง ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ูู‡ูŽุง ุตูŽุงุญูุจูู‡ูŽุง ุณูุญู’ุชู‹ุง

โ€œWahai Qobishoh, sesungguhnya meminta-minta itu tidak halal kecuali untuk tiga orang: (1) seseorang yang menanggung hutang orang lain, ia boleh meminta-minta sampai ia melunasinya, (2) seseorang yang ditimpa musibah yang menghabiskan hartanya, ia boleh meminta-minta sampai ia mendapatkan sandaran hidup, dan (3) seseorang yang ditimpa kesengsaraan hidup sehingga ada tiga orang yang berakal dari kaumnya berkata, โ€˜Si fulan benar-benar telah tertimpa kesengsaraanโ€™, maka boleh baginya meminta-minta sampai mendapatkan sandaran hidup. Meminta-minta selain ketiga hal itu, wahai Qobishoh adalah haram dan orang yang memakannya berarti memakan harta yang haram.โ€ (HR. Muslim no. 1044)

Jangan Manjakan Pengemis

Kami hanya nasehatkan jangan manjakan pengemis apalagi pengemis yang malas bekerja seperti yang berada di pinggiran jalan. Kebanyakan mereka malah tidak jelas agamanya, shalat juga tidak, begitu pula hanya sedikit yang puasa. Carilah orang yang sholeh yang lebih berhak untuk diberi, yaitu orang yang miskin yang sudah berusaha bekerja namun tidak mendapatkan penghasilan yang mencukupi kebutuhan keluarganya. Dari Abu Hurairah, ia berkata, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ูƒููŠู†ู ุงู„ูŽู‘ุฐูู‰ ุชูŽุฑูุฏูู‘ู‡ู ุงู„ุฃููƒู’ู„ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฃููƒู’ู„ูŽุชูŽุงู†ู ุŒ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ูƒููŠู†ู ุงู„ูŽู‘ุฐูู‰ ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูŽู‡ู ุบูู†ู‹ู‰ ูˆูŽูŠูŽุณู’ุชูŽุญู’ูŠูู‰ ุฃูŽูˆู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽุณู’ุฃูŽู„ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูŽ ุฅูู„ู’ุญูŽุงูู‹ุง

โ€œNamanya miskin bukanlah orang yang tidak menolak satu atau dua suap makanan. Akan tetapi miskin adalah orang yang tidak punya kecukupan, lantas ia pun malu atau tidak meminta dengan cara mendesak.โ€ (HR. Bukhari no. 1476)

Semoga Allah memberi taufik.

Panggang-Gunung Kidul, 10 Syawal 1432 H (09/09/2011)

http://www.rumaysho.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Jalan HIJRAH Menuju Kaffah

Jazakumullah Khoir

  • 93,578 hits
%d bloggers like this: