Serah Terima Santri : Optimis, Dilematis nan Dramatis

Leave a comment

16/07/2018 by keluarga Oktafianus

Serah Terima Santri, ini acara perdana yang kami hadiri diawal tahun ajaran baru si Sulung yang memutuskan menetap di Pondok Pesantren, tidak diterima di Pondok Pesantren Riyadhus Sholihiin, Pandeglang tidak menyurutkan semangatnya untuk mencari tempat yang pas dihatinya, sampai akhirnya dia jatuhkan putusan memilih Pondok Pesantren Sunnah Al-Wafa Setu Bekasi.

Kenapa harus pas dihati si anak?
Pendidikan kan tanggung jawab orang tua, kasih yang terbaik dong… apalagi Al Wafa tempatnya perkampungan sana sini sawah, repot kemana-mana, dimana letak nyamannya?

Jujur sempat kepikir lokasi tapi gak ada yang lebih menenangkan dari melihat reaksi si sulung untuk bersegera menimba ilmu disini disaat pertama kali kami survey ke pondok ini, sampai malam-malam pula, kami sebagai orang tua tidak berusaha memaksakan kehendak, keputusan si sulung InsyaaAllah bukan tidak dipikirkan matang-matang olehnya, mengingat anak sulung kami ini tergolong tipikal “sangat pemilih”… jadi kalau Al Wafa tidak membuatnya nyaman, tidak akan dia menjatuhkan pilihan ke Pondok Pesantren yang mem-provide Pendidikan bagi Santri dan Santriwati di lokasi yang sama dengan area yang berbeda.

OPTIMIS
Sebagai orang tua kami berusaha optimis dengan langkah yang dipilih dan yang akan ditempuh si sulung, menyerahkan segalanya hanya kepada ALLAH dan mendukung sekuat tenaga untuk membantu si sulung menapaki jalan kecil yang sedang dia lalui.

 

DILEMATIS
Terbiasa bersama si sulung, mengurusnya sedari bayi sampai detik kemarin, semalam saja jadi berasa ada yang kurang, mendadak melankolis, saat makan malam pulang dari Pondok Pesantren, langsung berasa kangen, sudah ikhlas sih tapi entah, masih suka gak stabil untuk menata hati kecil, perasaan si sulung yg dulu bayi udah bujang aja… hadeh. Padahal setiap setahun sekali si sulung Alhamdulillah selalu i’tikaf di Mesjid yang jauh dari rumah selama 10 hari terakhir Ramadhan, tapi kenapa rasanya agak beda ya, Wallahua’lam.

DRAMATIS
Adegan Pelepasan sama Kakek Nenek-nya kemarin pagi aja udah bikin haru biru, si sulung mah cuek, saya pun jadi ikutan ngembeng, eh ama suami di omelin pula… “jangan gitu dong, kesian kan anaknya ngelihat mommy begitu… kalau Anin (orang tua perempuan- Ibu saya, Mertuanya Suami) mah biar, kalau mommy kan udah sepakat jangan bikin anaknya jadi gundah”.

Iya juga sih, si sulung mah mantap banget, persiapan perlengkapan aja dia udah siapin dari kelar ujian nasional, bisa bayangin kan sebegitu ngebetnya dia pengen mondok, walau sesekali mikirin koleksi LEGO nya tolong dijagain, jangan dimainin adik-adiknya, yang juga sudah punya koleksi masing-masing dan seringkali pesen, henponnya jangan dimainin adiknya, dibawa kalau lagi visit ke pondok, alhasil kemarin daddy-nya simpan dan amankan semua barang-barang yang di request untuk dijaga.

Dibawah ini artikel broadcast yang saya dapat dari WA yang entah siapa penulisnya, bagus… paling tidak apa yang tertulis di artikel dibawah cukup mewakili perasaan kami sebagai orang tua.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh….

MONDOK ITU KEREN

Selamat Mondok Nak….!

Demi Allah, bukan Kami benci hingga membuangmu jauh ke #pesantren. Bukan kami tak cinta wahai anak kesayanganku. Kami bahagia melihat tangismu hari ini saat kami tinggal pulang. Kelak suatu saat kau kan merindukan tangis perpisahan itu….

Selamat berjuang, Nak ! Nanti juga kau kan paham mengapa kami titipkan engkau di pesantren. Maafkan kami tidak bisa seperti orang tua lain. Memberimu segudang fasilitas dan kemewahan. Maafkan kami hanya bisa memberikanmu fasilitas #akhirat….

Jadilah pembela Bapak dan Ibu di hari pengadilan Alloh kelak. Dengan menjadi #santri kami harap engkaulah yang mengimami sholat jenazah kami nanti, menggotong keranda kami, memandikan diri kami, membungkus kain kafan kami, Tak perlu kami memanggil #ustadz-ustadz untuk mendoakan. Untuk apa…?

Bukankah nanti saat kami berbaring di ruang tengah dengan kaku. Ada anak2ku di samping kepalaku. . Itulah hari terbahagia kami nanti menjadi orang tua, Nak. Jenazah kami teriring #doa anak-anak kami sendiri…

Bukankah junjungan kita Baginda Nabi ﷺ pernah berkata, saat kita semua mati semua amal akan terputus kecuali tiga perkara. Do’amu lah salah satunya.

Laa takhof wa laa tahzan, Nak.

Di pesantren sangat mengasyikkan. Temanmu teramat banyak seperti keluarga sendiri. Pengalamanmu akan luas. Jiwamu kan tegar. Kesabaranmu kan gigih. Kami hanya ingin kau bisa mendoakan kami sepanjang waktumu. Menyayangi kami dihari tua kami nanti. Selayaknya kami sayangi engkau dihari kecilmu. Kami tak ingin nanti ketika jenazah kami belum dikuburkan. Namun kau dan adikmu sudah menghitung-hitung harta, hingga permusuhan pun terjadi.

Selamat berjuang, Nak ! Dengarkan ustadz dan semua gurumu, muliakan mereka. Seperti kau muliakan Bapak Ibumu. Beliau-beliau adalah pengganti Bapak Ibumu di rumah.

Selamat berproses, Nak !..
Berbahagialah, Nak… !
Tersenyumlah, Nak..!
Kelak kau kan paham maksud Kami…..

N/B: Semoga anak2 kita yg sedang nyantri makin krasan dan semangat terus di pesantrennya..

Yang anaknya belum nyantri, ayo masukkan ke pesantren..” banyak pelajaran kehidupan yang hanya diperoleh di pesantren dan tidak ada di jalur sekolah formal.

Ingat :
MONDOK itu KEREN

Dan lebih keren lagi, orang tua yang mengirimkan anaknya ke #pondokpesantren

Al-Wafa merupakan SMP Islam berasrama (boarding) mempersiapkan generasi yang tangguh menghadapi peradaban kini dan masa depan, berkarakter, berakhlak muslim yang mulia, lurus fikrah dan fitrahnya dalam manhaj Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih.
SMP berlokasi di alam pedesaan yang sesuai untuk mendidik dan membina siswa dalam meningkatkan kualitas ulumus syari’ah dan ulum ‘asriyyah mereka. Metode pendidikan menekankan keseimbangan hard skills dan soft skills untuk mempersiapkan siswa menjadi manusia seutuhnya yang mandiri dan bermanfaat di lingkungannya.

Visi
Membangun generasi thalibul ilmi yang beraqidah, beribadah, berakhaq dan ber-muamalah dengan manhaj ahlusunnah waljamaah.

Misi
1. Menjadikan Al-Wafa sebagai lembaga pendidikan bermanhaj salaf yang unggul dan amanah.
2. Menjadikan Al-Wafa sebagai pengemban risalah dakwah Ilallah.

Tujuan
1. Mewujudkan lembaga pendidikan Islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah
2. Melaksanakan aktivitas dan mendidik secara terencana, sistematis dan berkesinambungan.
3. Mendidik siswa agar selalu menghadirkan nilai iman dalam setiap aktivitasnya, ikhlas, istiqomah dalam kebenaran, selalu bersyukur, dan gemar serta disiplin dalam beribadah.
4. Membangun karakter siswa agar memiliki daya juang, kreasi, inovasi, kritis dan penuh inisiatif dalam bingkai Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Program Inti
1. Melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KKTSP) dan Kurikulum Pesantren.
2. Menghafal Al-Qur’an minimal 3 juz
3. Menghafal Hadits Arbain An-Nawawi
4. Menguasai bahasa Arab dan Inggris
5. Mengembangkan sekolah kebun.

Fasilitas
1. Gedung sekolah milik sendiri
2. Masjid putra dan masjid putri
3. Asrama putra dan asrama putri
4. Lahan berkebun
5. Lapangan olah raga
6. Area belajar di kebun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Jalan HIJRAH Menuju Kaffah

Jazakumullah Khoir

  • 95,164 hits
%d bloggers like this: