Category Archives: Tauhid

  1. Ringkasan Kajian Tauhid Syaikh Ibrahim Ar-Ruhaily di Solo

    Leave a comment

    10/01/2018 by keluarga Oktafianus

    RINGKASAN MUQADDIMAH DAUROH SOLO Disampaikan oleh: Syaikh Prof. Dr. Ibrahim ar-Ruhaili Penerjemah: Ustadz Beni Sarbeni, Lc. Hafidzhahumallahu Ta’ala Maโ€™had Imam …
    Continue reading

  2. Ringkasan Kajian Tauhid Syaikhย  Ibrahim Ar-Ruhaily di Jakarta

    Leave a comment

    08/01/2018 by keluarga Oktafianus

    Istiqlal, 7 Januari 2018 . TAUHID JALAN MERAIH KEBAHAGIAAN DAN KEJAYAAN . 1. Tauhid merupakan kunci kebahagiaan dan kejayaan. Tauhid …
    Continue reading

  3. Memahami Kalimat Syahadat

    Leave a comment

    26/12/2017 by keluarga Oktafianus

    ๐ŸŒพRingkasan Kajian Memahami Kalimah Syahadah๐ŸŒฟ. Ustadz Yazid bin AbdulQadir Jawas,Senin  25 Des’ 2017, di Masjid Al Azhar Kebayoran Baru Jakarta. …
    Continue reading

Jalan HIJRAH Menuju Kaffah

Keluarga Oktafianus

Ingatlah bahwa Rasul kita โ€“shallallahu โ€˜alaihi wa sallam-ย pernah bersabda, ุทูŽู„ูŽุจู ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ููŽุฑููŠุถูŽุฉูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ูู‘ ู…ูุณู’ู„ูู…ู โ€œMenuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim.โ€ (HR. Ibnu Majah, shahih) Ilmu agama yang terpenting kita pelajari adalah berbagai ilmu yang wajib, itu yang utama dan mesti didahulukan.Yaitu dengan ilmu ini seseorang tidak sampai meninggalkan kewajiban dan menerjang yang haram. Ini berarti kita punya kewajiban mempelajari akidah yang benar, tauhid yang tidak ternodai syirik, cara wudhu, shalat dan ibadah lainnya sesuai yang Rasul kita ajarkan, dan seterusnya. Berilmu Sebelum Beramal Selaku seorang muslim, kita dituntut untuk berilmu sebelum beramal. Di antara dalilnya adalah firman Allahย Taโ€™ala, ููŽุงุนู’ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูุฐูŽู†ู’ุจููƒูŽ โ€œMaka ilmuilah (ketahuilah)! Bahwasanya tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamuโ€ (QS. Muhammad: 19). Ucapan istigfar termasuk amalan. Dalam ayat ini kita diperintahkan berilmu dahulu, lalu beramal. Berdasarkan dalil ini, Imam Bukhari berkata, โ€œAl ilmu qoblal qoul wal โ€˜amal, artinya ilmu sebelum berkata dan beramal.โ€ Ibnul Munir berkata, โ€œYang dimaksud perkataan Bukhari adalah ilmu merupakan syarat sah perkataan dan amalan. Jadi ucapan dan amalan tidaklah dianggap kecuali didahului ilmu.โ€ (Fathul Bari, 1: 160). Baca selengkapnya. Klikย https://muslim.or.id/9353-belajar-agama-kewajiban-yang-acapkali-terabaikan.html
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. Hai orangยญ orang kafir, janganlah kamu mengemukakan uzur pada hari ini. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan menurut apa yang kamu kerjakan. Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedangkan cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka sambil mereka mengatakan, "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu." ~QS. At-Tahrim, ayat 6-8 Semakna dengan ayat ini adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam Abu Daud, dan Imam Turmuzi melalui hadis Abdul Malik ibnur Rabi' ibnu Sabrah, dari ayahnya, dari kakeknya yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: "ู…ูุฑููˆุง ุงู„ุตู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุจูุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ุฅูุฐูŽุง ุจูŽู„ูŽุบูŽ ุณูŽุจู’ุนูŽ ุณูู†ููŠู†ูŽุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ุจูŽู„ูŽุบูŽ ุนูŽุดู’ุฑูŽ ุณูู†ููŠู†ูŽ ููŽุงุถู’ุฑูุจููˆู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง" Perintahkanlah kepada anak untuk mengerjakan salat bila usianya mencapai tujuh tahun; dan apabila usianya mencapai sepuluh tahun, maka pukullah dia karena meninggalkannya.
Agama Islam sangat memuliakan dan mengagungkan kedudukan kaum perempuan, dengan menyamakan mereka dengan kaum laki-laki dalam mayoritas hukum-hukum syariat, dalam kewajiban bertauhid kepada Allah, menyempurnakan keimanan, dalam pahala dan siksaan, serta keumuman anjuran dan larangan dalam Islam. Allahย Taโ€™alaย berfirman, {ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุตูŽู‘ุงู„ูุญูŽุงุชู ู…ูู†ู’ ุฐูŽูƒูŽุฑู ุฃูŽูˆู’ ุฃูู†ู’ุซูŽู‰ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู…ูุคู’ู…ูู†ูŒ ููŽุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ููˆู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽ ูˆูŽู„ุง ูŠูุธู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ ู†ูŽู‚ููŠุฑู‹ุง} โ€œBarangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia orang yang beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpunโ€ (QS an-Nisaaโ€™:124). Dalam ayat lain Allah Taโ€™ala berfirman, {ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ุตูŽุงู„ูุญุงู‹ ู…ูู†ู’ ุฐูŽูƒูŽุฑู ุฃูŽูˆู’ ุฃูู†ู’ุซูŽู‰ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู…ูุคู’ู…ูู†ูŒ ููŽู„ูŽู†ูุญู’ูŠููŠูŽู†ูŽู‘ู‡ู ุญูŽูŠูŽุงุฉู‹ ุทูŽูŠูู‘ุจูŽุฉู‹ ูˆูŽู„ูŽู†ูŽุฌู’ุฒููŠูŽู†ูŽู‘ู‡ูู…ู’ ุฃูŽุฌู’ุฑูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฃูŽุญู’ุณูŽู†ู ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ} โ€œBarangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakanโ€ (QS an-Nahl:97)[1]. Sebagaimana Islam juga sangat memperhatikan hak-hak kaum perempuan, dan mensyariatkan hukum-hukum yang agung untuk menjaga dan melindungi mereka[2]. Syaikh Shaleh al-Fauzan berkata, โ€œWanita muslimah memiliki kedudukan (yang agung) dalam Islam, sehingga disandarkan kepadanya banyak tugas (yang mulia dalam Islam). Oleh karena itu, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย  selalu menyampaikan nasehat-nasehat yang khusus bagi kaum wanita[3], bahkan beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menyampaikan wasiat khusus tentang wanita dalam kutbah beliau di Arafah (ketika haji wadaโ€™)[4]. Ini semua menunjukkan wajibnya memberikan perhatian kepada kaum wanita di setiap waktuโ€ฆ[5]. Baca selengkapnya. Klikย https://muslim.or.id/2734-ibu-sungguh-begitu-mulia-peranmu.html
Manasik Haji

Jazakumullah Khoir

  • 81,776 hits