Category Archives: Menuntut ILMU

  1. Pendaftaran Halaqoh Silsilah Ilmiah HSI Ustadz Abdullah Roy Angkatan 182

    Leave a comment

    02/07/2018 by keluarga Oktafianus

    📜 *SEGERA DIBUKA…!* 📮 _AlhamduliLLah, waktu yang ditunggu itu segera tiba…_ 🔖 Penerimaan Santri Baru Kajian Online HSI AbdullahRoy berbasis …
    Continue reading

  2. Halaqoh Ilmiyah Silsilah : Manasik Haji dan Ziarah

    Leave a comment

    14/02/2018 by keluarga Oktafianus

    •┈✿┈┈✿┈┈•⊰✿🌼✿⊱•┈┈✿┈┈✿┈• *PEMBUKAAN PENDAFTARAN* •┈✿┈┈✿┈┈•⊰✿🌼✿⊱•┈┈✿┈┈✿┈• *Halaqah Silsilah Ilmiyyah* *Madrasah Haji dan Ziarah* *angkatan 2018* ┈•⊰🌸 *(HSI MAHAZI 18)* 🌸⊱•┈ 🍃 _Bismillāh_ …
    Continue reading

  3. HSI AbdullahRoy : Kajian Online Sistematis berbasis Whatsapp #181

    Leave a comment

    23/12/2017 by keluarga Oktafianus

    Saya dan Suami berharap sekali Allah Azza Wa Jalla kasih kemudahan kami mendaftar HSI angkatan 181, dari mulai nge-save date …
    Continue reading

Jalan HIJRAH Menuju Kaffah

Keluarga Oktafianus

Hanya untuk 20 Orang Muslim/Muslimah di Indonesia, GRATIS Insyaallah dikirim senin 13 agustus siang. . . Syarat dan Ketentuan : 1. Kirim Alamat Lengkap (Nama Penerima, Alamat, Kodepos, HP)kirim ke WA #08561016661 . . 2. HARUS DIBACA BUKAN HANYA UNTUK KOLEKSI . . . #syiarsyari #free #giveaway #sunnahway #gratis #asysyariah
*Bismillah..* *HIKMAH LARANGAN POTONG KUKU & RAMBUT BAGI SHAHIBUL QURBAN* Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, مَن كانَ لَهُ ذِبحٌ يَذبَـحُه فَإِذَا أَهَلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ . ”Apabila engkau telah memasuki 10 pertama (bulan Dzulhijjah) sedangkan diantara kalian ingin berkurban maka janganlah dia menyentuh (memotong) sedikitpun bagian dari rambut dan kukunya.” (HR. Muslim) Berikut penjelasan dari syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah, . “Jika ada orang yang bertanya, apa hikmah larangan memotong kuku dan rambut, maka kita jawab dengan 2 alasan: Pertama: Tidak diragukan lagi bahwa larangan dari Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam pasti mengandung hikmah. Demikian juga perintah terhadap sesuatu adalah hikmah, hal ini cukuplah menjadi keyakinan setiap orang yang beriman (yaitu yakin bahwa setiap perintah dan larangan pasti ada hikmahnya baik yang diketahui ataupun tidak diketahui, pent) Allah Ta’ala berfirman, إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ Sesungguhnya jawaban orangorang mukmin, apabila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukumi (mengadili) di antara mereka ialah ucapan, “Kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orangorang yang beruntung. (QS. an-Nur: 51) Kedua: Agar manusia di berbagai penjuru dunia mencocoki orang yang berihram haji dan umrah karena orang yang berihram untuk haji dan umrah juga tidak boleh memotong kuku dan rambut. . (diringkas dari Fatwa Nurun Alad Darb, link: http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_6303.shtml) Sumber: https://muslim.or.id/22788-hikmah-larangan-memotong-kuku-dan-rambut-bagi-shahibul-qurban.html 1 Dzulhijjah 1439 kira2 bertepatan dengan hari senin, 13 agustus 2018, bagi teman2 yg berkurban, bisa potong kuku dan rambut sebelum tanggal itu. *Semangat BerKurban yaaa*🐄🐄🐑🐏🐪🐂
Para ulama Salaf mengatakan bahwa ilmu itu di-datangi, bukan mendatangi. Tetapi, sekarang ilmu itu mendatangi kita dan tidak didatangi, kecuali beberapa saja. Jika kita tidak memanfaatkan majelis ilmu yang dibentuk dan pelajaran yang disampaikan, niscaya kita akan gigit jari sepenuh penyesalan. Seandainya kebaikan yang ada dalam majelis-majelis ilmu hanya berupa ketenangan bagi yang menghadirinya dan rahmat Allah yang meliputi mereka, cukuplah dua hal ini sebagai pendorong untuk menghadirinya. Lalu, bagaimana jika ia mengetahui bahwa orang yang menghadirinya -insya Allah- memperoleh dua keberuntungan, yaitu ilmu yang bermanfaat dan ganjaran pahala di akhirat?! Seorang Muslim hendaklah sadar bahwa Allah Ta’ala telah memberikan kemudahan kepada hamba-Nya dalam menuntut ilmu. Allah Ta’ala telah memberikan kemudahan dengan adanya beberapa fasilitas dalam menuntut ilmu, berbeda dengan zamannya para Salafush Shalih. Bukankah sekarang ini dengan mudahnya kita bisa dapatkan bekal untuk menuntut ilmu seperti uang, makanan, minuman, pakaian, dan kendaraan?? Berbeda dengan para ulama Salaf, mereka sangat sulit mendapatkan hal di atas. Bukankah sekarang ini telah banyak didirikan masjid, pondok pesantren, majelis ta’lim, dan lainnya disertai sarana ruangan yang serba mudah, baik dengan adanya lampu, kipas angin, AC, dan lainnya??!! Bukankah sekarang ini berbagai kitab ilmu telah dicetak dengan begitu rapi, bagus, dan mudah dibaca??!! Lalu dimanakah orang-orang yang mau memanfaatkan nikmat Allah yang sangat besar ini untuk mengkaji dan mempelajari ilmu syar’i??? Bukankah sekarang sudah banyak ustadz-ustadz yang bermanhaj Salaf mengajar dan berdakwah di tempat (daerah) Anda, lantas mengapa Anda tidak menghadirinya?? Mengapa Anda tidak mau mendatangi majelis ilmu?? Sumber: https://almanhaj.or.id/3280-penghalang-dalam-menuntut-ilmu-niat-yang-rusak-ingin-terkenal-dan-ingin-tampil.html

Jazakumullah Khoir

  • 80,099 hits