Category Archives: Seputar CADAR

  1. Kenapa harus bercadar? ISLAM yang biasa-biasa saja lah…

    Leave a comment

    12/07/2018 by keluarga Oktafianus

    Bismillah, Teruntuk fulanah yang dengan ilmunya nyeletuk pernyataan seperti ini, semoga Allah Azza wa Jalla selalu menjaga Istiqomah kita dijalan …
    Continue reading

  2. Malu sama ALLAH

    Leave a comment

    08/06/2018 by keluarga Oktafianus

    Teruntuk Niat ku yang mudah berbolak-balik, Semangat Hijrahku yg kerap on-off dan Penyakit Hati ku yg suka kumat, . . …
    Continue reading

  3. Pengalaman Perdana : Naik Pesawat keluar negeri Berniqab/ bercadar

    1

    29/11/2017 by keluarga Oktafianus

    Alhamdulillah alladzi bi ni’matihi tatimmush-shoolihaat Tahun 2017 yang luar biasa sibuknya, suami yang sedang banyak jadwal perlombaan baik dalam dan …
    Continue reading

  4. Pengalaman Perdana : Naik Pesawat ke Bali Berniqab/ bercadar

    Leave a comment

    05/01/2017 by keluarga Oktafianus

    Saat memutuskan menyempurnakan jalan hijrah dengan berniqab, saat itu juga saya memang sudah membayangkan akan ada banyak hal yang berubah …
    Continue reading

  5. Setengah Bercadar Buah Diskusi Religi

    Leave a comment

    15/12/2016 by keluarga Oktafianus

    “Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu : …
    Continue reading

Jalan HIJRAH Menuju Kaffah

Keluarga Oktafianus

*HUJAN TAK SELALU MENUNGGU MENDUNG* ✍Oleh Ustadz Hasan Al Jaizy, Lc Anda merasa sebagian orang menjauh? Mari muhasabah. Jangan langsung menuding salah di mereka. Dahulu sang sahabat Muadz, menuding mereka yang membatalkan shalat di belakang beliau, sebagai munafiq. Rupanya bukan salah mereka. Bukan. Salahnya beliau, sang imam. Sampai Rasulullah menegur cukup keras, "Apa kamu pembuat fitnah wahai Muadz?" Di nasehat itu, titik introspeksi ditemukan. Sahabat Muadz adalah orang alim, shalih, kuat shalat panjang dan imam kaumnya. Lalu apa salahnya? Salahnya: Beliau mengkadarkan bahwa semua orang atau jemaahnya harus seperti beliau. Harus seidealis beliau. Harus sekuat beliau berdirinya. Tidak peduli bahwa di antara jamaah ada yang sudah tua. Ada yang belum siap. Ada yang mungkin juga belum lama hijrah. Ada pekerja. Ada ini, ada itu. Mari belajar. Padahal, bukankah tanda keilmuan seseorang dilihat dari panjangnya shalat dia?! Bisa jadi. Tapi jangan lupa juga, bahwa tanda inshaf dan kematangan ilmu seseorang, ia memahami kondisi manusia dan lingkungan. Menjadi orang hebat, tidak berarti boleh begitu saja menalarkan semua orang harus sehebat dirinya. Terlebih terhadap mereka yang memiliki udzur, baik usia, pekerjaan dan hal lain. Diketahuilah kemudian mengapa sebagian orang berlari menjauh, atau ada yang perlahan mundur dari hadapan kita. Belum tentu karena orang itu pemalas. Mungkin karena ego kita. Mungkin juga karena kalimat kita. Mungkin karena kita terkesan memaksa semua harus semisal kita, segera. Padahal niat kita baik. Sebagaimana niat sahabat Muadz pun baik. Sampai di telinga kita perkataan sahabat Ali bin Abi Thalib, "Beritakanlah kepada masyarakat, sesuai kadar nalar pengetahuan mereka." Ditakutkan, karena keluhuran kalimat dan istilah yang tertutur oleh kita namun salah dicerna, mereka malah mendustakan Allah dan Rasul-Nya. Padahal, semua Rasul pasti diutus sesuai dengan bahasa dan logika kaumnya. Tujuannya apa? Tujuannya agar hujjah menjadi jelas. Tujuannya agar mereka paham. Iya. Kita perlu cari cara terbaik dan terbijak, bagaimana masyarakat paham. 📷 By me . #syiarsyari #tickettojannah #makassar #mosque
Doa.. Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan kerabatnya karena engkau memberi shalawat kepada kerabat Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Hadits.. Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at. (HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470)
🏞 *KAPAN ANTUM BELANJA UNTUK BEKAL PERJALANAN PANJANG* 🏞 Akhi, ukhti…! Kapan terakhir kali kau ke pasar? Atau kapan terakhir kali kau berangkat ke sebuah toko, untuk melengkapi perabot rumahmu atau belanja keperluan yg lainnya…? Atau kapan terakhir kali kau membawa anak2 dan kerabat ke taman bermain? Akhi, ukhti! Setelah itu, tanyakanlah kepada dirimu, kapan terakhir kali kamu ke rumah Allah, untuk belanja keperluan perjalanan panjang menuju akhirat Untuk kehidupan yang seharinya sama dengan 1000 tahun ??? Taman dari taman-taman surga… Tempat turunnya malaikat… Tempat dibaginya rahmat Tempat kedamaian turun Tempat orang-orang beriman… Kalau sudah lama kamu tidak kesana… Maka saatnya membawa semua keluargamu, bahkan kalau kau punya pembantu, ajaklah ia, ke taman surga… Akan datang suatu saat yang kau takkan dapat lagi melangkahkan kakimu… Maka sebelum masa itu datang… Segeralah! ✍Ustad Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى . . #syiarsyari #tickettojannah #mosque #trip
```🕰SETIAP DETIK YANG BERLALU AKAN DITANYA…❓ Akhi & Ukhti Betapa nikmatnya menyeruput secangkir teh hangat di pagi hari yang sejuk. Betapa lezatnya menikmati suguhan es teler di tengah panasnya terik mentari yang menyegat. Betapa indahnya duduk di sebuah taman yang indah bersama orang-orang yang dicintai. Namun semua kenikmatan itu akan terputus… Akan sirna dan lenyap… Berganti dengan azab Allah dan siksanya bila ternyata kita terlena selama berada di dunia. Tersilaukan dengan kenikmatan sementara sehingga lupa… Bahwa setiap detik yang berlalu akan ditanya. Mereka yang tidak lulus dalam menjawab soal-soal tersebut… Maka tiada lagi senyum yang menghias di bibir… Tiada lagi secangkir teh hangat… Atau semangkuk es teler… Yang ada hanyalah siksaan dan siksaan… Tiada pernah berhenti sejenakpun… Pernahkah kau melihat ikan goreng yang telah mengelupas kulitnya ? Bagaimana kiranya bila wajahmu yang digoreng ?? Tengoklah rintihan penghuni neraka…``` وَنَادَى أَصْحَابُ النَّارِ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكَافِرِينَ (٥٠) ```“Dan penghuni neraka menyeru penghuni syurga : “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu.” “Mereka (penghuni surga) menjawab : “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir.” (📚 Al-A’raf 50) Bahkan karena pedihnya siksaan yang diterima, mereka minta mati… Iya mereka minta mati… Mereka menyeru MALIK penjaga neraka… “Mereka berseru : “Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja”  Dia menjawab: “Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)..” (📚Qs. Az-Zukhruf 77) Tiada kematian di sana…. Akhi ukhti… Sebelum nasi menjadi bubur… Saatnya mengoreksi diri… Setiap kau meneguk air… Tanyakan pada dirimu apakah kelak aku akan meneguknya di akhirat ? Atau…. “YAA ALLAH MASUKKAN HAMBA KE SYURGAMU… DAN JAUHKAN HAMBA DARI NERAKAMU… AAMIIN…” ✍ Ustad Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى``` . . #trip #tickettojannah #syiarsyari

Jazakumullah Khoir

  • 83,208 hits