Tag Archives: Vega

  1. Hari ini 12 Tahun yang lalu

    Leave a comment

    17/03/2017 by keluarga Oktafianus

    Memang sudah kering luka Section Caesar yang saya alami dikelahiran anak pertama saya, Shinnichi Vega Kimirossi yang lahir tepat hari …
    Continue reading

  2. Lebih Baik Merugi, Karena Hidayah Tidak Datang Tiap Kali

    1

    21/07/2016 by keluarga Oktafianus

    Siapa pernah menyangka hidayah dari Allah datang menggugah saya dan suami, sayangnya datang terlambat disaat kami sudah menyelesaikan semua pembayaran …
    Continue reading

  3. Kalian Laki-laki kelak tentukan Arah Tujuan

    Leave a comment

    14/01/2016 by keluarga Oktafianus

    ” Jalan kalian masih panjang, gantung cita-cita setinggi yang kalian suka, tidak perlu ngoyo jadi pintar, pintar disekolah tidak menjamin …
    Continue reading

  4. Pillow Fight at Tune Hotel Danga Bay

    Leave a comment

    04/05/2015 by keluarga Oktafianus

    Alhamdulillah kelar sudah menunaikan janji pada anak-anak kami untuk merayakan Starwars Day di Legoland Malaysia Resort, saking terlalu bahagianya kelar …
    Continue reading

  5. Starwars Day at Legoland Malaysia Resort

    Leave a comment

    04/05/2015 by keluarga Oktafianus

    Untuk alasan inilah kami semua kesini… merayakan Starwars Day yang dihelat serempak dibeberapa negara tertentu, sayangnya…tidak dinegara kami 😦

  6. Odyssey Business Class Coach Service Specialist

    Leave a comment

    03/05/2015 by keluarga Oktafianus

    Inilah enaknya Ke Legoland Malaysia Resort kalau stay nya di Tune Hotel Danga Bay, tidak harus repot lagi mencari tiket …
    Continue reading

  7. Addicted by Starwars

    Leave a comment

    03/05/2015 by keluarga Oktafianus

    Mengapresiasikan apa yang diminati dalam skesta gambar adalah cara lain anak kami mencintai apa yang mereka sukai, Vega, Ryu, Jethro …
    Continue reading

Jalan HIJRAH Menuju Kaffah

Keluarga Oktafianus

*HUJAN TAK SELALU MENUNGGU MENDUNG* ✍Oleh Ustadz Hasan Al Jaizy, Lc Anda merasa sebagian orang menjauh? Mari muhasabah. Jangan langsung menuding salah di mereka. Dahulu sang sahabat Muadz, menuding mereka yang membatalkan shalat di belakang beliau, sebagai munafiq. Rupanya bukan salah mereka. Bukan. Salahnya beliau, sang imam. Sampai Rasulullah menegur cukup keras, "Apa kamu pembuat fitnah wahai Muadz?" Di nasehat itu, titik introspeksi ditemukan. Sahabat Muadz adalah orang alim, shalih, kuat shalat panjang dan imam kaumnya. Lalu apa salahnya? Salahnya: Beliau mengkadarkan bahwa semua orang atau jemaahnya harus seperti beliau. Harus seidealis beliau. Harus sekuat beliau berdirinya. Tidak peduli bahwa di antara jamaah ada yang sudah tua. Ada yang belum siap. Ada yang mungkin juga belum lama hijrah. Ada pekerja. Ada ini, ada itu. Mari belajar. Padahal, bukankah tanda keilmuan seseorang dilihat dari panjangnya shalat dia?! Bisa jadi. Tapi jangan lupa juga, bahwa tanda inshaf dan kematangan ilmu seseorang, ia memahami kondisi manusia dan lingkungan. Menjadi orang hebat, tidak berarti boleh begitu saja menalarkan semua orang harus sehebat dirinya. Terlebih terhadap mereka yang memiliki udzur, baik usia, pekerjaan dan hal lain. Diketahuilah kemudian mengapa sebagian orang berlari menjauh, atau ada yang perlahan mundur dari hadapan kita. Belum tentu karena orang itu pemalas. Mungkin karena ego kita. Mungkin juga karena kalimat kita. Mungkin karena kita terkesan memaksa semua harus semisal kita, segera. Padahal niat kita baik. Sebagaimana niat sahabat Muadz pun baik. Sampai di telinga kita perkataan sahabat Ali bin Abi Thalib, "Beritakanlah kepada masyarakat, sesuai kadar nalar pengetahuan mereka." Ditakutkan, karena keluhuran kalimat dan istilah yang tertutur oleh kita namun salah dicerna, mereka malah mendustakan Allah dan Rasul-Nya. Padahal, semua Rasul pasti diutus sesuai dengan bahasa dan logika kaumnya. Tujuannya apa? Tujuannya agar hujjah menjadi jelas. Tujuannya agar mereka paham. Iya. Kita perlu cari cara terbaik dan terbijak, bagaimana masyarakat paham. 📷 By me . #syiarsyari #tickettojannah #makassar #mosque
Doa.. Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan kerabatnya karena engkau memberi shalawat kepada kerabat Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Hadits.. Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at. (HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470)
🏞 *KAPAN ANTUM BELANJA UNTUK BEKAL PERJALANAN PANJANG* 🏞 Akhi, ukhti…! Kapan terakhir kali kau ke pasar? Atau kapan terakhir kali kau berangkat ke sebuah toko, untuk melengkapi perabot rumahmu atau belanja keperluan yg lainnya…? Atau kapan terakhir kali kau membawa anak2 dan kerabat ke taman bermain? Akhi, ukhti! Setelah itu, tanyakanlah kepada dirimu, kapan terakhir kali kamu ke rumah Allah, untuk belanja keperluan perjalanan panjang menuju akhirat Untuk kehidupan yang seharinya sama dengan 1000 tahun ??? Taman dari taman-taman surga… Tempat turunnya malaikat… Tempat dibaginya rahmat Tempat kedamaian turun Tempat orang-orang beriman… Kalau sudah lama kamu tidak kesana… Maka saatnya membawa semua keluargamu, bahkan kalau kau punya pembantu, ajaklah ia, ke taman surga… Akan datang suatu saat yang kau takkan dapat lagi melangkahkan kakimu… Maka sebelum masa itu datang… Segeralah! ✍Ustad Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى . . #syiarsyari #tickettojannah #mosque #trip
```🕰SETIAP DETIK YANG BERLALU AKAN DITANYA…❓ Akhi & Ukhti Betapa nikmatnya menyeruput secangkir teh hangat di pagi hari yang sejuk. Betapa lezatnya menikmati suguhan es teler di tengah panasnya terik mentari yang menyegat. Betapa indahnya duduk di sebuah taman yang indah bersama orang-orang yang dicintai. Namun semua kenikmatan itu akan terputus… Akan sirna dan lenyap… Berganti dengan azab Allah dan siksanya bila ternyata kita terlena selama berada di dunia. Tersilaukan dengan kenikmatan sementara sehingga lupa… Bahwa setiap detik yang berlalu akan ditanya. Mereka yang tidak lulus dalam menjawab soal-soal tersebut… Maka tiada lagi senyum yang menghias di bibir… Tiada lagi secangkir teh hangat… Atau semangkuk es teler… Yang ada hanyalah siksaan dan siksaan… Tiada pernah berhenti sejenakpun… Pernahkah kau melihat ikan goreng yang telah mengelupas kulitnya ? Bagaimana kiranya bila wajahmu yang digoreng ?? Tengoklah rintihan penghuni neraka…``` وَنَادَى أَصْحَابُ النَّارِ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكَافِرِينَ (٥٠) ```“Dan penghuni neraka menyeru penghuni syurga : “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu.” “Mereka (penghuni surga) menjawab : “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir.” (📚 Al-A’raf 50) Bahkan karena pedihnya siksaan yang diterima, mereka minta mati… Iya mereka minta mati… Mereka menyeru MALIK penjaga neraka… “Mereka berseru : “Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja”  Dia menjawab: “Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)..” (📚Qs. Az-Zukhruf 77) Tiada kematian di sana…. Akhi ukhti… Sebelum nasi menjadi bubur… Saatnya mengoreksi diri… Setiap kau meneguk air… Tanyakan pada dirimu apakah kelak aku akan meneguknya di akhirat ? Atau…. “YAA ALLAH MASUKKAN HAMBA KE SYURGAMU… DAN JAUHKAN HAMBA DARI NERAKAMU… AAMIIN…” ✍ Ustad Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى``` . . #trip #tickettojannah #syiarsyari

Jazakumullah Khoir

  • 83,208 hits